Advertisement
Dikecam Karena Pukul Wartawan, Begini Tanggapan Bonek
Wartawan Sorot.co Edi Setyawan saat melaporkan kasus pengeroyokan yang ia alami ke Polres Bantul, Minggu (3/6 - 2018).
Advertisement
Harianjogja.com, SURABAYA- Seorang jurnalis media online Sorot.co dipukul oleh segerombolan suporter sepakbola yang diduga pendukung Persebaya alias Bonek pada pra-pertandingan Persija melawan Persebaya, Minggu (3/6/2018).
Kejadian ini menuai kecaman ari sejumlah organisasi profesi seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY.
Advertisement
Terkait kecaman tersebut, Anggota Bonek Hasan Tiro mengatakan pihak Bonek belum bisa mengatakan secara lengkap kronologi dari kejadian tersebut begitu juga dengan identitas para pelaku pengeroyokan terhadap Edi Setyawan.
"[Mengenai permintaan maaf], itu bukan wewenang kami. Kan kami belum terstruktur organisasinya, jika memang Bonek, ya Bonek yang mana dulu? Nah dia yang harus minta maaf," kata Hasan melalui sambungan telepon, Senin (4/6/2018).
BACA JUGA
Oleh karena itu, Hasan mengatakan, saat ini Bonek tengah merundingkan kronologi dan turut mencari identitas pelaku pengeroyokan terhadap korban yang biasa disapa Edis tersebut. Terkait sanksi dan penangkapan yang akan ditanggung anggota Bonek lantaran diduga melakukan pengeroyokan, Hasan mengatakan hal tersebut merupakan wewenang pihak kepolisian setempat.
Sebelumnya, terkait kerusuhan pra pertandingan yang juga melibatkan warga Bantul, Hasan mengatakan sebelum berkunjung, Bonek sudah meminta izin kepada warga Bantul untuk menyaksikan pertandingan. Oleh karena itu Hasan mewalili pihak Bonek menyampaikan permintaan maaf kepada warga Bantul yang menyaksikan dan mengalami kerusuhan tersebut.
Sebelumnya, sejumlah organisasi profesi wartawan di Jogja mengecam tindakan kekerasan yang diduga dilakukan Suporter Persebaya alias Bonek terhadap salah seorang wartawan di Bantul. Kecaman itu disampaikan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jogja.
Dalam rilis yang disampaikan Senin (4/6/2018) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta mendesak polisi menangkap pelaku kekerasan yang melanggar UU Pers itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
Advertisement
Habitat Komodo Flores Perlu Diperluas, Dosen UGM Ingatkan Ancaman
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pria 61 Tahun Ditemukan Meninggal di Mobil Parkir Prawirotaman
- Unisa Siapkan Laboratorium Stem Cell, Target Beroperasi 2026
- Kapal Terbalik di Bintan, 9 ABK KM Makmur Jaya Ditemukan Selamat
- Ketua Pengprov KBI Jatim Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Atlet
- BPBD Sleman Ungkap Jalur Rawan Bencana, Pengendara Diminta Waspada
- Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Penjelasan Dubes
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
Advertisement
Advertisement




