Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Foto ilustrasi La Nina - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca berawan dan hujan dengan beragam intensitas di sejumlah kota di Indonesia pada awal September 2025.
Dalam prakiraan cuaca daring diikuti dari Jakarta, Senin, Prakirawan BMKG Efa Septiani menyampaikan di wilayah Sumatera, Kota Banda Aceh dan Bandar Lampung diprakirakan mengalami cuaca berawan tebal serta terdapat potensi hujan ringan di Medan, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang dan Pangkal Pinang.
Dia juga memperingatkan terdapat potensi hujan disertai petir untuk wilayah Pekanbaru dan Jambi.
"Di Pulau Jawa, untuk Semarang cukup kondusif yaitu berawan, kemudian Jakarta dan Surabaya diprakirakan berawan tebal dan Serang, Bandung dan Yogyakarta diprakirakan terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan," katanya.
BACA JUGA: Antisipasi Gelombang Unjuk Rasa, UGM Berlakukan Pembelajaran Daring
Di wilayah Bali serta Nusa Tenggara Barat dan Timur, kota-kota besarnya diprakirakan BMKG mengalami cuaca berawan di Denpasar dan Mataram serta berawan tebal di Kota Kupang.
Efa menjelaskan bahwa secara umum BMKG memprakirakan potensi hujan di kota-kota besar di Kalimantan. Termasuk hujan ringan di Pontianak, Palangka Raya dan Samarinda, serta hujan disertai petir di Banjarmasin dan Tanjung Selor.
Untuk kota-kota di Sulawesi, cuaca berawan dan cerah berawan berpotensi dialami masing-masing daerah Makassar dan Kendari. Di saat bersamaan, katanya, terdapat potensi hujan ringan di Manado, Gorontalo dan Palu serta hujan intensitas sedang di Mamuju.
Sementara itu, di Indonesia bagian timur, BMKG memprediksi cuaca hujan di kota-kotanya. Seperti hujan ringan di Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya dan Merauke, serta hujan intensitas sedang di wilayah Jayapura.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage