Advertisement
Kemenkes Ungkap Alasan Cacar Monyet Menjadi Darurat Kesehatan Dunia
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Minggu (18/4/2021). - ANTARA/Andi Firdaus
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Kesehatan mengungkapkan alasan di balik keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menetapkan status penyakit cacar monyet (Monkey Pox/Mpox) sebagai Kedaruratan Kesehatan Global (PHEIC) pada 14 Agustus 2024.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut kemunculan clade 1B di Afrika menjadi faktor utama perubahan status tersebut.
Advertisement
BACA JUGA: Cacar Monyet Mengancam, Ini Strategi Dinkes DIY
"Pada akhir 2022 Mpox dinyatakan sebagai Public Health Emergency of International Concern oleh WHO karena jumlah kasusnya melonjak dari 0 menjadi 30 ribu kasus," kata Menkes dalam pernyataannya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (27/8/2024).
Jumlah kasus kemudian meningkat drastis hingga hampir mencapai 90 ribu, lanjut Menkes, sebelum akhirnya stagnan bahkan menurun. "Sekarang 103 ribu, jadi naiknya cuma sedikit. Tapi di 14 Agustus sama WHO dinaikin lagi statusnya jadi status pandemi," kata Menkes Budi.
Menkes mengungkapkan kebingungannya terhadap keputusan tersebut, mengingat kenaikan sekitar 10 ribu kasus di Afrika yang relatif kecil.
Setelah koordinasi lebih lanjut, kata Menkes, terungkap bahwa penyebab utama adalah kemunculan varian baru clade 1B yang memiliki fatalitas jauh lebih tinggi dibandingkan varian sebelumnya.
"Clade 1B memiliki fatalitas mendekati 10 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan varian lama yang memiliki fatalitas sekitar 0,1 persen," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Jenazah Pilot ATR 42-500 Andy Dahananto Disambut Haru di Tigaraksa
- Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
Advertisement
Awal Tahun 2026, 10 Warga Bantul Tewas Akibat Kecelakaan Lalu Lintas
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza Dinilai Berisiko
- Pakar UMY Kritik Mekanisme Pengangkatan Staf MBG Jadi PPPK
- Prabowo Temui Macron 2,5 Jam Bahas Kemitraan Strategis dan Isu Global
- WHO Sesalkan Penarikan AS: Dunia Jadi Lebih Rentan
- Bulog Banyumas Perkuat Kemitraan Sambut Panen Raya 2026
- Awal Tahun, PAD Wisata Gunungkidul Tembus Rp5,4 Miliar
- Gelar Muswil Perdana, ILUNI UI Maksimalkan Potensi Alumni di DIY
Advertisement
Advertisement



