Perlinsos Digital, Pemerintah Targetkan 50 Persen Penduduk Terdata
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 50 persen penduduk Indonesia masuk sistem Perlinsos Digital hingga Desember 2026.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (kiri) dan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep saat memberikan keterangan usai pertemuan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2023). (ANTARA/Uyu Septiyati Liman)
Harianjogja.com JAKARTA —Pertarungan antara Kaesang Pangarep dengan tokoh yang diusung PDIP dalam Pilkada 2024 di Jawa Tengah 2024 dinilai akan berjalan sengit. Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komaruddin
"PDIP juga punya gigi taring sendiri di Jawa Tengah, karena itu seandainya Kaesang maju di Jawa Tengah maka
pertarungan akan sengit," kata Ujang di Jakarta, Jumat (5/7/2024) dilasnir Antara
Menurut Ujang, ada beberapa alasan Ketua Umum PSI itu menjadi sosok yang sepadan dengan calon-calon yang akan diusung PDIP di Jawa Tengah.
Salah satu alasannya yakni Kaesang memiliki elektabilitas tinggi karena punya nilai historis dengan Jawa Tengah lantaran ayahnya, Presiden RI Joko Widodo, pernah menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Di satu sisi, Jawa Tengah sedari dulu merupakan salah satu wilayah yang menjadi lumbung suara PDIP.
Hal tersebut terlihat dari kesuksesan PDIP mengusung Ganjar Pranowo sehingga mampu menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah selama dua periode.
Dia melanjutkan, kesempatan Kaesang menang j uga bisa terancam jika ada tokoh lain yang memiliki elektabilitas tinggi maju di Pilkada Jawa Tengah.
Oleh karena itu, Ujang menilai hingga saat ini Jawa Tengah akan menjadi arena pertarungan politik antara dua pihak yang sepadan, yakni Kaesang dan calon yang diusung PDIP.
Di saat yang sama, Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad memiliki pendapat yang berbeda lantaran dia menilai belum ada sosok sepadan untuk Kaesang dalam Pilkada Jawa Tengah.
Terang saja, menurut data yang dia miliki, tingkat pengenalan warga terhadap nama-nama calon gubernur potensial masih rendah, yakni di bawah 50 persen.
"Saya melihat belum ada tokoh yang benar-benar dominan dalam pemilihan gubernur di Jawa Tengah. Di antara nama-nama yang ada, Ahmad Luthfi dan Kaesang Pangarep sedikit lebih unggul dibanding yang lain, namun keunggulan keduanya tidak dominan," kata Sadiman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 50 persen penduduk Indonesia masuk sistem Perlinsos Digital hingga Desember 2026.
Kebakaran Transhome Sleman dinyatakan selesai setelah Damkar memeriksa seluruh bangunan, termasuk basement yang sempat bersuhu tinggi.
Energi hijau dan digitalisasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Investasi Rp2.258 triliun dibutuhkan untuk mengejar pertumbuhan 6 persen pada 2027.
Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dan penguasaan teknologi.
Densus 88 menangkap 11 tersangka terorisme di enam provinsi. Mereka diduga terkait jaringan Daulah Islamiyah dan menjalani pelatihan.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.