Advertisement
Detik-detik 13 Sandera Hamas Dilepas ke Israel
Para sandera yang dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan antara Israel dan kelompok Islamis Palestina Hamas tiba dengan helikopter di Schneider Childrens Medical Center di Petah Tikva, Israel, Jumat (24/11/2023). REUTERS - Ronen Zvulun
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Proses pertukaran sandera antara Israel dan Hamas mulai dilakukan sejak jeda kemanusiaan disepakati Jumat (24/11/2023).
Kelompok pertama sandera Hamas yang terdiri dari warga Israel, Thailand, dan Filipina yang dibebaskan dari tawanan di Gaza telah kembali ke Israel. Pertukaran sandera lebih lanjut dengan tahanan Palestina juga akan dilakukan.
Advertisement
Kelompok pertama warga Israel telah kembali pada Jumat (24/11/2023) yakni hari pertama dari rencana gencatan senjata selama empat hari. Sebanyak 13 orang yang dibebaskan tersebut termasuk empat anak kecil dengan ibu mereka, dan lima wanita lanjut usia.
Ke 13 orang tersebut merupakan bagian dari 240 orang yang disandera oleh Hamas. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuturkan bahwa anak-anak, ibu mereka dan perempuan lainnya, masing-masing dari mereka adalah dunia tersendiri.
BACA JUGA: Spanyol Siap Akui Palestina sebagai Negara Meski Ditentang Uni Eropa
"Namun, saya tegaskan kepada Anda, para keluarga, dan kepada Anda, warga Israel: Kami berkomitmen untuk membawa pulang semua sandera kami,” jelas Netanyahu seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (25/11/2023)
Selain para sandera Israel, mediator Qatar menuturkan bahwa 10 warga Thailand dan seorang warga Filipina, yang ditawan pada saat yang sama, juga dibebaskan di bawah perjanjian terpisah.
Para sandera yang dibebaskan tersebut kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan awal dan dibawa untuk berkumpul kembali dengan keluarga mereka. Pihak otoritas medis mengatakan mereka dalam tampak kondisi fisik yang baik dan menjalani evaluasi lebih lanjut.
ACA JUGA Israel Terima Daftar Sandera yang Akan Dibebaskan Hamas Skenario Pembebasan Sandera hingga Gencatan Senjata Israel-Hamas di Gaza
Sisa dari kelompok yang terdiri dari sedikitnya 50 sandera Israel, yang akan ditukar berdasarkan kesepakatan yang ditengahi Qatar, diperkirakan akan dibebaskan dalam beberapa hari kedepan.
Bahkan, lebih banyak lagi sandera yang dapat ditambahkan jika kesepakatan gencatan senjata diperpanjang. Sebagai gantinya, sebanyak 39 wanita dan anak di bawah umur Palestina, yang ditahan oleh Israel akan dibebaskan pada Jumat waktu setempat (24/11) yang pertama dari 150 orang yang akan dibebaskan dari penahanan Israel di bawah perjanjian tersebut.
Para sandera yang dibebaskan menaiki sebuah bus, saat konvoi kendaraan yang membawa para sandera yang diculik oleh militan Hamas selama serangan 7 Oktober di Israel tiba melalui penyeberangan perbatasan dengan Gaza, di tengah kesepakatan pertukaran sandera-tawanan antara Hamas dan Israel, di Mesir, 24 November 2023.
BACA JUGA: Begitu Sandera Dibebaskan, PM Israel Netanyahu Bakal Lanjutkan Perang
Bagi keluarga para sandera, ada kebahagiaan yang bercampur dengan kekhawatiran untuk mereka yang masih berada di Gaza. "Saya senang saya menerima keluarga saya kembali, diperbolehkan untuk merasakan kegembiraan dan diperbolehkan untuk menitikkan air mata. Itu adalah hal yang manusiawi," kata Yoni Katz Asher, yang istrinya Doron dan anak-anaknya Raz dan Aviv dibebaskan pada hari Jumat.
Namun, dia mengungkapkan bahwa ia tidak akan merayakannya hingga sandera terakhir kembali ke rumah. Shelly Shem Tov, ibu Omer Shem Tov yang menghadiri festival tari luar ruangan yang menjadi target serangan, disandera dan tidak termasuk dari mereka yang dibebaskan pada Jumat (24/11) mengungkapkan bahwa emosi yang bercampur aduk.
"Saya gembira untuk keluarga yang hari ini akan memeluk orang yang mereka cintai. Saya iri. Dan saya sedih. Sangat sedih karena Omer masih belum pulang," terangnya dalam wawancara dengan Channel 12 Israel.
Untuk saat ini, para sandera dijauhkan dari media sementara kondisi mereka juga dinilai. Bagi mereka yang kerabatnya belum pulang, penantian terus berlanjut dalam perasaan yang saling bertentangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Jangan Terlewat KIP Kuliah 2026 Dibuka Ini Jadwal dan Cara Daftar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement








