Pendidikan Karakter Tak Cukup Jadi Pelajaran
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Digital Branding Desa Wisata Bugisan Prambanan/ist
Desa Wisata Bugisan Prambanan, salah satu destinasi wisata unggulan di Klaten. Desa Wisata Bugisan memiliki banyak penghargaan diantaranya Juara 1 pokdarwis tingkat kab tahun 2019, juara 1 desa wisata tingkat kabupaten tahun 2020, juara 3 kategori kelembagaan tingkat provinsi Jawa Tengah, juara harapan 2 digital kreatif Anugerah Desa Wisata tahun (ADWI) 2022, dan juara 2 kategori Cagar budaya Api Award 2020.
Kenyataan yang terjadi saat ini desa wisata Bugisan Prambanan mempunyai beberapa kendala, yakni belum optimalnya digital branding tourism dan juga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Merek Dagang. Desa Wisata Bugisan Prambanan perlu menerapkan konsep digital branding sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik dan aksesibilitas bagi wisatawan. Melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, Desa Wisata Bugisan Prambanan memperkenalkan berbagai inovasi seperti aplikasi mobile, website resmi, dan media sosial sebagai sarana promosi dan penyampaian informasi kepada wisatawan. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemasaran pariwisata, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Namun, di balik upaya memperluas cakupan digitalnya, Desa Wisata Bugisan Prambanan juga harus berhati-hati dalam melindungi merek dagangnya. Dalam dunia digital yang terbuka dan kompetitif, risiko pencurian atau penyalahgunaan merek dagang semakin meningkat. Oleh karena itu, desa wisata tersebut perlu mengambil langkah-langkah perlindungan yang tepat, seperti pendaftaran merek dagang, pemantauan online, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran merek dagang.
Dengan melakukan upaya perlindungan yang efektif, Desa Wisata Bugisan Prambanan dapat menjaga keunikan dan keaslian merek dagangnya, serta memberikan kepercayaan kepada wisatawan bahwa mereka sedang mengunjungi destinasi wisata resmi dan sah. Dengan latarbelakang tersebut dosen dari UPN "Veteran Yogyakarta (Ir. Ari Wijayani, MP. Kartika Ayu Ardhanariswari, S.Sn, M.Ds dan Dra. Krisnandini Wahyu Pratiwi, M.Si), melakukan pengabdian masyarakat mengenai perancangan digital branding dan pendampingan perlindungan hak kekayaan intelektual terutama merek dagang bagi pelaku wisata dan ekonomi kreatif di Desa Bugisan. Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh UPN "Veteran" Yogyakarta ini memiliki beberapa tahapan.
Pertama, sosialisasi dan materi tentang branding digital tourism Desa Wisata Bugisan akan meningkatkan promosi wisata melalui platform digital. Kedua, pemahaman tentang hak kekayaan intelektual melindungi karya dan mendorong kreativitas. Ketiga, pelatihan desain grafis branding melalui media sosial akan membantu promosi online. Keempat, pendampingan desain buku profil desa wisata memberikan informasi yang menarik. Terakhir, pendaftaran hak kekayaan intelektual-merek dagang kelompok sadar wisata meningkatkan citra produk dan layanan mereka.
Harapannya dengan branding digital memberikan potensi besar bagi perkembangan pariwisata di Desa Wisata Bugisan Prambanan. Dalam era digital, wisatawan semakin terbiasa dengan akses informasi melalui internet dan platform digital lainnya. Dengan menggunakan teknologi ini, Desa Wisata Bugisan Prambanan dapat menampilkan berbagai informasi mengenai objek wisata, acara khusus, kuliner lokal, serta kerajinan khas desa secara lengkap dan terkini. Selain itu, adanya feedback dan ulasan dari wisatawan yang telah mengunjungi desa wisata tersebut dapat menjadi acuan bagi calon wisatawan lainnya. Digital tourism dapat meningkatkan pengalaman wisatawan, menjadikan mereka lebih terlibat, dan memberikan keuntungan bagi ekonomi lokal.
Selain itu dalam menghadapi era digital tourism, perlindungan merek dagang Desa Wisata Bugisan Prambanan menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Dengan memperkuat identitas merek dan mencegah pelanggaran merek dagang, desa wisata tersebut dapat mempertahankan reputasi dan kepercayaan wisatawan. Selain itu, upaya perlindungan merek dagang juga berkontribusi pada pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Pemerintah dan stakeholder terkait perlu memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai untuk membantu desa wisata dalam melindungi dan mempromosikan merek dagangnya di era digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Status desil bansos tiba-tiba naik meski kondisi ekonomi belum berubah? Ketahui penyebab kenaikan desil, dampaknya terhadap PKH dan BPNT, serta cara mengajukan
Lionel Messi kembali ke Inter Miami usai sang ayah wafat, namun The Herons kalah dramatis 2-3 dari Leon di Leagues Cup 2026 dan tersingkir.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun