117 Santri Ponpes Manbaul Hikam Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Keracunan MBG
Sebanyak 117 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo kembali dirawat setelah menjalani pemulihan dugaan keracunan MBG.
Cuaca ekstrem, bencana iklim - ilustrasi/freepik
Harianjogja.com, JAKARTA–Ketahanan energi dan pasokan air di kawasan Asia terancam bencana iklim. Menurut para peneliti masalah iklim ini berpengaruh pada sistem sungai Hindu Kush-Himalaya yang bisa menimbulkan ancaman bagi pembangunan ekonomi dan ketahanan energi pada 16 negara di Asia.
Hal tersebut tentunya membutuhkan langkah bersama guna menjaga aliran air di kawasan tersebut.
Melansir Reuters seperti yang dikutip Bisnis.com, Rabu (24/5/2023), daerah aliran pada 10 sungai utama yang mengalir dari menara air Hindu Kush-Himalaya dianggap sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap PDB hingga US$4,3 triliun setiap tahunnya.
Adapun lembaga penelitian China Water Risk menjelaskan bahwa pengaruh perubahan iklim seperti pencairan es dan cuaca ekstrem telah menjadi ancaman besar bagi lingkungan sekitarnya.
Para peneliti tersebut mengingatkan bahwa seluruh sungai akan menghadapi risiko air yang meningkat dan semakin buruk jika masyarakat tidak dapat mengendalikan emisi.
Sebagian dari sepuluh sungai tersebut mencakup Sungai Gangga dan Brahmaputra yang mengalir ke India dan Bangladesh, Sungai Yangtze dan Sungai Kuning di Tiongkok, serta jalur air lintas batas seperti Mekong dan Salween.
Sungai-sungai tersebut mendukung hingga tiga perempat tenaga air dan 44% tenaga batu bara di 16 negara yang mencakup Afghanistan, Nepal, dan Asia Tenggara.
BACA JUGA: 5 Lelaki Menjual Istri dan Pacar di Jogja via Prostitusi Online, Hanya Didenda Rp1 Juta
Diperkirakan sekitar 865 gigawatt kapasitas pembangkit listrik di sepuluh sungai tersebut rentan dengan risiko perubahan iklim.
Aliran sungai Yangtze di China, yang menopang sepertiga penduduk negara tersebut dan sekitar 15% dari total kapasitas listriknya, telah mengalami rekor kekeringan terlama tahun lalu.
Bencana iklim dapat dilihat dengan menurunnya produksi pembangkit listrik tenaga air yang menghambat jalannya pasokan listrik secara global.
Akibat kekeringan yang terjadi, pemerintah menyetujui puluhan pembangkit listrik tenaga batu bara untuk membantu menanggulangi gangguan pada pembangkit listrik tenaga air pada waktu yang akan datang.
Sejumlah peneliti menyampaikan bahwa beberapa negara perlu mempertimbangkan penyusunan kebijakan dengan memastikan keseimbangan antara keamanan energi dan air dari dampak bencana iklim. "Karena pilihan listrik dapat berdampak pada air dan kekurangan air dapat membuat aset listrik terdampak, maka ketahanan air harus menentukan ketahanan energi," ujar mereka. (Sumber: Bisnis.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 117 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo kembali dirawat setelah menjalani pemulihan dugaan keracunan MBG.
Bos Xiaomi Indonesia Michael Feng memastikan mobil listrik Xiaomi akan dibawa ke Indonesia, tetapi waktunya masih harus menunggu.
Pemimpin perusahaan AI menyerukan perlambatan pengembangan model frontier demi keamanan. AS menghadapi dilema antara mitigasi risiko dan persaingan dengan China
PT Prodia Widyahusada Tbk (kode saham: PRDA) kembali memperkuat komitmennya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini thalassemia
Bahlil Lahadalia enggan menjawab soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid dalam kasus suap HGB. Ia memilih memberi gestur finger heart.
Empat film baru tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026. Ada Akal Imitasi, Istimewa, Taboo: The Silent Day, dan Urang Bunian.