Iran Tegas Tolak Proposal AS dan Pertahankan Blokade Hormuz
Iran menolak proposal negosiasi AS dan mempertahankan kebijakan pemblokiran Selat Hormuz dalam perundingan yang dimediasi Oman.
Pangeran Harry dan Meghan Markle, serta Pangeran William dan Kate Middleton dalam acara peringatan Perang Dunia I di Westminster Abbey Inggris./Instagram@kensingtonroyal
Harianjogja.com, SOLO - Pakar kerajaan Tom Bower menuduh Meghan Markle "berakting" ketika istri Pangeran Harry tersebut ketahuan mengusap air mata di pemakaman Ratu Elizabeth II.
Ratu Elizabeth II telah dikebumikan melalui serangkaian prosesi kerajaan pada Senin, 19 September 2022 kemarin.
Tingkah polah anggota Kerajaan Inggris menjadi hal menarik yang disorot oleh media, tak terkecuali Meghan Markle yang merupakan salah satu menantu Raja Charles III.
Dilansir dari Independent, seorang pakar Kerajaan bernama Tom Bower mengatakan jika Meghan Markle hanya berakting saat ketahuan menangis di pemakaman Sang Ratu.
Bahkan jika Meghan Markle menangis, Tom menyebut jika kemungkinan dia menangis untuk dirinya sendiri.
Pada prosesi pemakaman kemarin, Pangeran George dan Putri Charlotte juga datang dan duduk di kursi depan bersama Pangeran William dan Putri Catherine.
Meghan mengenakan gaun dan topi hitam dan berdiri di belakang Raja Charles III dan Ratu Permaisuri Camilla.
BACA JUGA: Gerindra Klaim Ada yang Mencoba Menjegal Prabowo Jadi Capres
"Saya tak yakin, apakah dia benar-benar meneteskan air mata atau sekadar akting artis Hollywood di prosesi pemakaman," kata Tom.
"Satu-satunya orang yang Meghan, saya pikir saat ini, tangisi adalah dirinya sendiri, tentu saja bukan untuk Ratu."
"Lagi pula, dia sangat kasar padanya dalam wawancara Oprah Winfrey," tambah Tom.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Independet
Iran menolak proposal negosiasi AS dan mempertahankan kebijakan pemblokiran Selat Hormuz dalam perundingan yang dimediasi Oman.
Presiden Prabowo dijadwalkan membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang pada 27 Agustus 2026. Kehadirannya diperkirakan memicu peningkatan mobilitas warga.
Pemerintah memastikan keamanan nasional jelang HUT ke-81 RI terkendali dan mengimbau masyarakat bijak menerima informasi di media sosial.
Buntut komentar nirempati perawat di media sosial, RSA UGM menggencarkan sosialisasi kode etik dan menonaktifkan perawat berinisial DPA.
Prajogo Pangestu kembali tersalip Low Tuck Kwong setelah kekayaannya susut sekitar Rp10 triliun dalam satu sesi perdagangan.
Karhutla Bromo mencapai sekitar 550 hektare. Menkopolkam Djamari Chaniago menduga kebakaran dipicu kelalaian manusia atau human error.