Data Pengguna eHAC Bocor, Masih Amankah PeduliLindungi?

Pengunjung mengukur suhu tubuh dan scan QR Code PeduliLindungi sebelum masuk ke mal - Antara
01 September 2021 13:47 WIB Leo Dwi Jatmiko News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan keamanan data pada aplikasi eHAC yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi tetap aman. Dugaan kebocoran data terjadi pada eHAC lama yang sudah dinonaktifkan sejak 2 Juli 2021.

Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi mengatakan dugaan kebocoran data pribadi di aplikasi eHAC tidak mempengaruhi keamanan data pada aplikasi eHAC yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Data pengguna eHAC yang telah terintegrasi dengan apikasi PeduliLindungi tetap terjaga dan tidak bocor.

BACA JUGA : Agar Wisatawan Tak Bingung, Dispar DIY Integrasikan

“Alasannya penyimpanan data telah dilakukan di Pusat Data Nasional [PDN],” kata Dedy dalam siaran pers, Rabu (1/9/2021).

Dedy menjelaskan Kemenkominfo sedang mengambil langkah-langkah untuk merespons dugaan kebocoran data pribadi pengguna aplikasi eHAC, sesuai amanat PP No. 71/2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) serta peraturan perundangan lainnya.

Kemenkominfo telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk merespons dugaan kebocoran data pribadi tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penelusuran sementara, terdapat dugaan kebocoran data pada aplikasi eHAC lama yang sudah dinonaktifkan sejak 2 Juli 2021.

BACA JUGA : Pengunjung Angkringan Wajib Tunjukkan Pedulilindungi

Kementerian Kominfo dan BSSN telah menyampaikan beberapa poin untuk ditindaklanjuti oleh Kementerian Kesehatan, terutama terkait dengan keamanan sistem elektronik, pencegahan insiden yang lebih besar, tanggung jawab hukum, dan kepatuhan terhadap aturan pelindungan data pribadi.

“Kami bersama dengan pihak-pihak terkait akan melanjutkan investigasi lebih mendalam terhadap dugaan insiden kebocoran data pribadi pada aplikasi eHAC,” kata Dedy.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia