Tabrak Lari di Solo Berujung Amuk Massa, Dua Pelaku Ditangkap
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Gejala kabut otak sering terjadi pasca Covid-19/Boldsky.com
Harianjogja.com, JAKARTA – Direktur klinik dan dokter fisik dan rehabilitasi di UW Medicine, Dr. Janna Friedly, MD mengatakan gejala pasca Covid-19 yang paling umum adalah berkaitan dengan masalah ingatan dan pemikiran.
“Kami telah melihat ratusan dan ratusan orang dengan banyak gejala pasca-Covid-9 yang berbeda, dan di antara yang paling umum adalah masalah dengan ingatan dan pemikiran,” kata dokter Friedly, dikutip dari Everday Health, Selasa (3/8/2021).
Friedly menambahkan, orang-orang sering melaporkan bahwa mereka mengalami kesulitan menemukan kata-kata yang tepat dan mengingat hal-hal yang sangat umum bagi mereka, seperti nama teman mereka, lokasi hal-hal yang mereka kenal, dan petunjuk arah mengemudi.
Sementara, penelitian yang diterbitkan pada Kamis (15/7/2021) di The Lancet melihat Covid-19 jarak jauh dan menemukan bahwa enam bulan setelah infeksi memiliki gejala yang paling umum termasuk kelelahan, tidak enak badan setelah aktivitas, dan masalah kognitif atau "kabut otak".
“Kami juga melihat banyak orang dengan kecemasan dan depresi yang signifikan, gangguan tidur, kelelahan, dan berbagai gejala neurologis lainnya juga,” katanya.
Dr. Friedly memaparkan bahwa gejala-gejala tersebut ditemukan pada orang yang hanya memiliki Covid-19 yang sangat ringan dan pada mereka yang memiliki infeksi yang jauh lebih parah.
Namun, masih terlalu dini untuk mengetahui faktor-faktor apa yang dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi mengalami masalah kognitif jangka pendek atau lebih lama pasca Covid-19.
“Mungkin orang yang memiliki gen tertentu yang umum memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit Alzheimer juga dapat dikaitkan dengan risiko mengembangkan disfungsi kognitif pasca Covid-19. Kita pasti perlu melakukan penelitian tambahan untuk memastikannya. Mungkin juga ada faktor lain yang belum kami identifikasi,” jelasnya.
BACA JUGA: Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jogja Mulai Turun
Sama halnya dengan direktur Mayo Clinic Alzheimer\'s Disease Center Ronald C. Peterson yang mengatakan masih terlalu dini seseorang berisiko mengalami masalah kognitif terkait Covid-19.
“Secara umum, orang yang lebih tua atau orang dengan masalah medis lain mungkin lebih rentan, tetapi banyak spekulasi saat ini,” katanya.
Menurut Peterson, saat ini ada penelitian yang sedang berlangsung untuk orang yang telah terinfeksi Covid-19 yang mencakup berbagai jenis penilaian, termasuk pemeriksaan dasar, pemindaian PET, pemindaian MRI, cairan serebrospinal atau pungsi lumbal, dan pemeriksaan darah.
“Orang-orang ini dapat diikuti dan diuji secara berkala untuk mencari tanda-tanda perubahan otak atau fungsi otak,” jelasnya.
Kabar baiknya, Friedly menemukan banyak pasien dengan masalah kognitif telah membaik dengan beberapa strategi rehabilitasi. Hal ini menunjukkan bahwa dampak Covid-19 pada otak bersifat sementara atau reversibel sampai batas tertentu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Ferrari Luce sebagai mobil listrik pertama Ferrari memicu penurunan saham dan debat soal arah elektrifikasi supercar.
Sapi kurban 1 ton dari Presiden Prabowo dibagikan ke 300 KK di bantaran Code, Kota Jogja saat Iduladha.
HP cepat panas bisa disebabkan kebiasaan penggunaan dan lingkungan. Simak penyebab dan cara mengatasinya agar ponsel tetap awet.
Red flag dan green flag jadi cara populer menilai hubungan sehat atau berisiko dalam percintaan modern.
Hasil undian Indonesia Open 2026 membuat sejumlah wakil Indonesia langsung menghadapi lawan berat sejak babak pertama.