Ini 13 Wilayah Zona Merah Covid-19 di Indonesia Setelah Lebaran

Sejumlah pasien Covid-19 yang dijemput dari desa-desa tiba di rusun karantina bakalankrapyak Kudus, Jawa Tengah, Minggu (6/6/21). Sebanyak 90 pasien Covid-19 di Kudus yang melakukan isolasi mandiri di rumah dipindahkan ke tempat karantina terpusat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. - Antara\\r\\n\\r\\n
07 Juni 2021 12:27 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Satgas Covid-19 mencatat 13 kabupaten/kota di Indonesia tergolong zona merah atau berisiko tinggi penularan Covid-19 pada Minggu (6/6/2021).

Kemudian, ada 322 kabupaten/kota tergolong zona oranye atau berisiko sedang penularan Covid-19, dan 171 kabupaten/kota tergolong zona kuning atau berisiko rendah penularan.

Satgas Covid-19 juga mencatat 8 kabupaten/kota tidak terdampak atau tidak ada kasus baru Covid-19.

Berikut daftar kabupaten/kota tergolong zona merah Covid-19:

1. Provinsi Sumatra Utara: Kabupaten Dairi.

2. Provinsi Sumatra Selatan: Kota Solok, Kabupaten Solok, Agam, Pasaman Barat.

3. Provinsi Riau: Kota Pekanbaru.

4. Provinsi Jambi: Tanjung Jabung Barat

5. Provinsi Sumatra Selatan: Kota Palembang, Prabumulih.

6. Provinsi Bengkulu: Kota Bengkulu Utara.

7. Provinsi Kepri: Kota Batam.

8. Provinsi Kalimantan Barat: Melawi.

9. Provinsi Jawa Tengah: Kudus

Daerah-daerah zona merah itu tidak terlepas dari pergerakan manusia saat mudik Lebaran. Dampak peningkatan kasus Covid-19 dirasakan saat ini, sekalipun pemerintah sudah memberlakukan larangan mudik.

Tapi, faktanya kasus Covid-19 di sejumlah daerah meningkat tajam. Peningkatkan kasus ini tidak disertai dengan ketersediaan tempat tidur maupun ruang pelayanan intensif (ICU), serta ruang isolasi untuk pasien Covid-19.

Di Kabupaten Kudus, misalnya, sekitar 700 pasien Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah ini harus dipindah ke Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali gara-gara tempat isolasi pasien Covid-19 menipis.

Lonjakan kasus Covid-19 di Kudus ini mendapat perhatian Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Pada Minggu (6/6/2021), Kapolri pun memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus yang juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sigit membenarkan, bahwa jika ketersediaan tempat tidur isolasi maupun ICU pasien Covid- 19 di Kudus semakin menipis.

 “Hal ini tentu menjadi perhatian kami. Ketersediaan tempat tidur di 7 rumah sakit di Kabupaten Kudus yang semakin menipis dari 393 tempat tidur isolasi sudah terisi 359 tempat tidur (91 persen). Sementara, ruang ICU dari jumlah 41 tempat tidur, sudah terisi 38 tempat tidur (92 persen),” jelas Kapolri, Minggu (6/6/2021) pagi.

Sudah Diprediksi

Ganjar mengatakan, bahwa peningkatan kasus Covid-19 sudah diprediksi sebelumnya. Dia pun mengakui saat ini Jateng panen kasus Covid-19.

“Saya sudah memprediksi sebelumnya. Kalau kemudian setiap Lebaran ada peningkatan dan tidak bisa mencegah pasti panen akan terjadi dan tampaknya hari ini kita panen. Sebenarnya kami sudah memperingatkan. Tetapi tidak apa-apa, karena sudah terjadi kita tidak bisa lagi lari dari kenyataan,” kata Ganjar saat ditemui wartawan di Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Selasa (1/6/2021) siang.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 di Jateng pasca-Lebaran, di antaranya saat awal ada gelombang mudik, muncul klaster pemudik. Kemudian ada transmisi lokal. Selebihnya karena kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan menurun.

Bukan hanya di Kudus, kasus Covid-19 pascalibur Lebaran di empat kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur, juga meningkat. Empat kabupaten itu adalah: Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Satgas Covid-19 pada masing-masing kabupaten di Pulau Madura melaporkan, total warga yang terdata terkonfirmasi Covid-19 hingga 5 Juni 2021 sebanyak 56 orang di Kabupaten Bangkalan, Sampang 8 orang, Pamekasan 3 orang, Kabupaten Sumenep sebanyak 25 orang.

Humas Satgas Covid-19 Pemkab Bangkalan Agus Sugianto Zain di Bangkalan, Minggu (6/6/2021), menyebut, Kabupaten Bangkalan kini tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah kasus aktif paling banyak, akibat adanya tambahan kasus baru dalam tiga hari terakhir ini.

"Penderitanya bukan warga biasa, akan tetapi banyak di antara mereka yang merupakan tenaga medis. Bahkan saat ini, ruang perawatan pasien Covid-19 di RSUD Bangkalan sudah tidak memadai," katanya.

Terkait kasus itu, Pemkab Bangkalan juga telah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim untuk menyediakan rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19 asal Kabupaten Bangkalan yang positif Covid-19.

Sebelumnya, 18 orang tenaga kesehatan di Kabupaten Bangkalan terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga pihak rumah sakit terpaksa menutup IGD RSUD Bangkalan.

Selain di Bangkalan, peningkatan kasus aktif Covid-19 juga terjadi di Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

"Kalau di Sumenep ini pasiennya perempuan sebanyak 12 orang, sedangkan 13 lainnya merupakan laki-laki dan umumnya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI)," kata Humas RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Arman Endika.

Sebelum libur Lebaran, kasus aktif Covid-19 di empat kabupaten di Pulau Madura ini nihil, sehingga Satgas Covid-19 Pemprov Jatim menetapkan Pulau Madura masuk dalam zona hijau.

“Laporan statistik dan kenyataan bisa berbeda. Kasus di Madura selama ini mungkin ditutupi, Tes juga ditekan. Lonjakan kasus di Madura sulit dibendung, nakes sudah terdampak, terutama bila varian baru juga ikut kontribusi. Perilaku manusia dan virus penyebabnya,” cuit epidemiolog dari  Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono dikutip dari akun Twitter @drpriono1, Senin (7/6/2021).

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (6/6/2021)./ Antara

Hampir Setiap Kabupaten

Pandu mengatakan, bahwa mudik telah menciptakan lonjakan klaster Covid-19 hampir di setiap kabupaten.

Berdasarkan data yang diungkap dalam akun Twitter @drpriono1, Senin (7/6/2021), klaster tertinggi berada di Jawa Barat dengan kasus positif sebesar 591 dari 1.212 yang di-swab.

Tertinggi kedua di Jawa Tengah dengan jumlah 532 kasus positif Covid-19 dari 1.042 orang yang diswab. Data ini berasal dari data klaster mudik per 5 Juni 2021.

Adapun dari data per kota/kabupaten, Bogor menjadi kota tertinggi yang mencatatkan kasus hingga 166 dari 278 orang yang yang dites.

Di Jawa Tengah yang tertinggi adalah Tegal mencapai 99 kasus positif Covid-19 dari 218 orang yang dites saat mudik.

Provinsi Banten mencatatkan Tangerang menjadi kota/kabupaten tertinggi dengan kasus positif sebesar 54 orang dari 70 orang yang di-swab.

Sementara itu, Ngawi menjadi kota/kabupaten di Jawa Timur yang mencatatkan kasus Covid-19 tertinggi saat mudik sebesar empat orang dari 10 orang yang dites.

Tapi, perlu diketahui bahwa lonjakan kasus Covid-19 bukan hanya akibat libur Lebaran dan kedisiplinan protol kesehatan menurun, tapi juga munculnya varian baru Covid-19 akibat mutasi virus Corona SARS-Cov-2.

Di Jakarta, contohnya, teridentifikasi 15 kasus varian baru Covid-19. Umumnya, varian baru ini lebih cepat menular dibanding Virus Corona awal.

Sumber : JIBI/Bisnis.com