Ukraina Butuh Rp101 Triliun per Bulan untuk Pemulihan akibat Perang
Ukraina membutuhkan dana pemulihan sekitar US$5 miliar - US$7 miliar atau sekitar Rp72 triliun hingga Rp101 triliun per bulan.
Bendera Arab Saudi/Flag Shop
Harianjogja.com, JAKARTA - Keluarga kerajaan Arab Saudi mengumumkan meninggalnya salah satu pangeran, Nawaf bin Saad bin abdulaziz Al Saud, cucu pendiri Arab Saudi.
Dilansir dari Arab News, Rabu (21/10/2020), salat jenazah dilakukan pada Selasa di Istana Arab Saudi, Riyadh. Raja Yordania Abdullah mengungkapkan belasungkawanya kepada Raja Salman. Pangeran Nawaf adalah cucu dari pendiri Arab Saudi, Abdulaziz bin Saud.
Sementara itu, dalam portal berita Saudi 24 News dijelaskan bahwa ayahnya, Pangeran Saad bin Saud bin Abdulaziz adalah wakil pertama Emirat di wilayah perbatasan utara dan mantan Kepala Pengawal Nasional.
Tidak ada informasi jelas mengenai jabatan yang diemban oleh Nawaf mengingat kebanyakan pangeran memegang jabatan di pemerintahan, sementara beberapa anggota keluarga kerajaan menjalani kehidupan pribadi yang jauh dari pusat perhatian.
Garis keturunan Saud bin Abdulaziz Al Saud adalah yang terkuat yang pernah memimpin Arab Saudi dengan jumlah anak ratusan dari beberapa pernikahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Ukraina membutuhkan dana pemulihan sekitar US$5 miliar - US$7 miliar atau sekitar Rp72 triliun hingga Rp101 triliun per bulan.
Between Two Gates Kotagede ditutup sementara usai puluhan turis masuk tanpa izin. Warga resah, wisata massal dinilai ganggu privasi.
Dokter ungkap gangguan kelopak mata pada anak bisa muncul sejak lahir. Kenali gejala dan kapan harus ditangani agar tidak ganggu penglihatan.
Sultan HB X angkat bicara soal Lurah Condongcatur jadi tersangka korupsi TKD. Tegaskan hukum harus ditegakkan tanpa kompromi.
Viral truk trailer putar balik di Tol Semarang-Solo. TMJ minta maaf dan perketat pengawasan demi keselamatan pengguna jalan.
Inflasi DIY Mei 2026 naik jadi 0,15%. Tarif pesawat dan LPG jadi pemicu utama, sementara harga pangan turun menahan lonjakan.