Apindo Minta Wajib Halal 18 Oktober 2026 Ditunda
Apindo meminta kewajiban sertifikasi halal 18 Oktober 2026 ditunda karena ekosistem industri dan rantai pasok dinilai belum siap.
Kawasan terkering di Afrika, Sahel, berubah jadi hijau karena perubahan iklim./Dok.
Harianjogja.com, JAKARTA - Para ilmuwan mengingatkan kemungkinan kepunahan manusia karena perubahan iklim. Jutaan tahun lampau, manusia purba musnah karena hal tersebut.
Setidaknya enam spesies manusia purba ada di Bumi hampir tiga juta tahun yang lalu dan homo sapiens adalah satu-satunya yang bertahan hidup. Dalam studi baru yang diterbitkan dalam jurnal One Earth menunjukkan bahwa perubahan iklim memainkan peran utama dalam membentuk sejarah evolusi kehidupan di Bumi. Studi tersebut mengusulkan ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan pemanasan atau iklim dingin.
Salah satu penulis studi Pasquale Raia dari Universitas Napoli Federico II di Naples, Italia, mengatakan temuan mereka menunjukkan bahwa terlepas dari inovasi teknologi termasuk penggunaan api dan perkakas batu halus, jaringan sosial yang kompleks, bahkan produksi ujung tombak yang direkatkan, pakaian yang pas, dan sejumlah pertukaran budaya serta genetik dengan homo sapiens, manusia purba tidak dapat bertahan hidup dari perubahan iklim yang intens.
BACA JUGA: Tunjukkan Kartun Nabi Muhammad, Guru di Prancis Ditikam Sampai Mati
"Mereka berusaha keras, mereka pergi ke tempat-tempat terhangat yang dapat dijangkau saat iklim menjadi dingin, tetapi pada akhirnya, itu tidak cukup," ujarnya seperti dilansir dari Express UK, Jumat (16/10/2020).
Studi tersebut menggabungkan model iklim dengan data dari catatan fosil untuk menganalisis apa yang terjadi pada anggota genus homo sebelumnya. Ini termasuk homo habilis (tukang), homo ergaster (pekerja), homo erectus (tegak), homo neanderthalensis (Neanderthal), homo heidelbergensis (manusia heidelberg) dan homo sapiens (orang bijak).
Model iklim para peneliti mensimulasikan curah hujan dan data suhu yang mencakup lima juta tahun terakhir. Studi tersebut menemukan setidaknya tiga spesies homo yakni homo erectus, homo heidelbergensis dan homo neanderthalsis kehilangan sebagian dari ruang relung iklim mereka tepat sebelum mereka punah.
Para peneliti percaya ini bertepatan dengan perubahan tajam dalam iklim global dan peningkatan kerentanan terhadap perubahan tersebut. "Kami terkejut dengan keteraturan efek perubahan iklim. Sangat jelas, untuk spesies punah dan hanya untuk mereka, bahwa kondisi iklim terlalu ekstrim sebelum kepunahan dan hanya pada saat tertentu," tutur Raia.
BACA JUGA: Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem di Musim Hujan, Ini Saran dari BMKG
Berbicara tentang korelasi dengan kasus manusia purba, sejak paruh kedua abad ke-20, para ilmuwan telah membunyikan lonceng peringatan tentang pemanasan global antropogenik dan perubahan iklim.
Emisi berkelanjutan dari gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) telah menyebabkan peningkatan suhu, naiknya permukaan laut, cuaca yang lebih ekstrim di seluruh dunia dan ancaman kehancuran ekosistem secara keseluruhan.
Beberapa model memperkirakan planet kita akan menghangat antara 2C dan 6C pada akhir abad ke-21. Dan sebagian dari pemanasan ini diperkirakan akan terjadi bahkan jika emisi rumah kaca di masa depan dapat dikendalikan.
Pemanasan akan menyebabkan peningkatan curah hujan, lebih seringnya banjir dan erosi pantai, mencairnya lapisan es kutub dan gletser, dan bahkan mempengaruhi penyebaran penyakit menular. Oleh karena itu, Raia percaya bahwa sangat penting untuk belajar dari masa lalu.
"Sangat mengkhawatirkan untuk mengetahui bahwa nenek moyang kita, yang tidak kalah mengesankan dalam hal kekuatan mental dibandingkan dengan spesies lain di Bumi, tidak dapat menahan perubahan iklim. Saya pribadi menganggap ini sebagai pesan peringatan yang menggelegar," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Apindo meminta kewajiban sertifikasi halal 18 Oktober 2026 ditunda karena ekosistem industri dan rantai pasok dinilai belum siap.
KPK menduga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menerima Rp2,08 miliar dari setoran pejabat pemkab dan potongan upah pungut.
KPK mengusut dugaan korupsi dana darurat BNPB, termasuk pengadaan Rp148 miliar, dugaan suap, dan penyitaan barang bukti Rp5,47 miliar.
Itel A300+ menawarkan layar belakang 2,01 inci, baterai 7.000 mAh, Android 16 Go, dan kamera 13 MP. Simak spesifikasi lengkapnya.
Pertamina menyiapkan stok 48 juta liter BBM di Bali, 66 SPBU beroperasi 24 jam, serta pembatasan pembelian dan sistem ganjil-genap.
Harga BBM 17 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, BP, dan Vivo belum berubah. Simak daftar harga bensin dan diesel terbaru.