Pagi Ini Ibadah Umrah di Mekah Kembali Dimulai, Begini Protokol untuk Pastikan Keamanan Pengunjung

Ibadah salat di Kakbah, Mekah. - REUTERS/Ganoo Essa
04 Oktober 2020 09:27 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi kembali membuka pintunya bagi kelompok jamaah pertama yang melakukan prosesi ibadah umrah, setelah lebih dari enam bulan, Masjidil Haram Mekah ditutup.

Berita tersebut merupakan kabar gembira bagi lebih dari 1,8 miliar umat Muslim di seluruh dunia. Kelompok pertama jemaah umrah tersebut memasuki masjid pada pukul 6 pagi waktu setempat setelah mendaftar melalui aplikasi Eatmarna milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Baca juga: Kemnaker Luncurkan Program Tenaga Kerja Mandiri di Masa Pandemi, Jogja Ikut Kebagian

Arab Saudi mengambil tindakan drastis untuk memerangi pandemi dan menangguhkan ibadah umrah dan kegiatan salat kegiatan di masjid tersebut pada pertengahan Maret. Kerajaan juga menghentikan penerbangan internasional dan menerapkan penguncian untuk mencegah kasus virus corona yang telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kepala Urusan Dua Masjid Suci, Syekh Drabdulrahman Al-Sudais mengatakan langkah itu diambil atas persetujuan Raja Salman, yang memungkinkan jamaah untuk melakukan umrah di Masjidil Haram dan mengunjungi Raudah di Masjid Nabawi sambil mematuhi langkah-langkah protokol kesehatan Covid-19.

Baca juga: Begini Kondisi Terkini Donald Trump Usai Divonis Positif Covid-19

Al-Sudais mengatakan persetujuan kerajaan mencerminkan ketajaman kepemimpinan Arab Saudi untuk memastikan keamanan pengunjung masjid suci sekaligus sebagai tanggapan atas keinginan umat Islam untuk melakukan ibadah umrah seperti dikutip ArabNews.com, Minggu (4/10).

Untuk menampung kuota 6.000 jemaah umrah per hari, Kementerian Haji dan Umrah telah menyiapkan lima titik pertemuan, di antaranya situs Al-Gaza, Ajyad, dan Al-Shasha. Di sana para jemaah akan bertemu dan bergabung dengan tenaga kesehatan di bus menuju Masjidil Haram.

Untuk menyambut kedatangan pertama, kamera termal akan ditempatkan di pintu masuk dan di dalam aula Masjidil Haram untuk memantau lonjakan suhu tubuh dan mengeluarkan peringatan jika diperlukan.

Protokol kesehatan itu dibuat sejak pada awal pandemi untuk memastikan keamanan pengunjung dan memungkinkan tanggapan yang cepat terhadap potensi kasus virus.

Pihak otoritas masjid bekerja sama dengan pihak berwenang lainnya, juga telah menyelesaikan persiapan untuk menerima jemaah umrah dengan tindakan pencegahan yang sangat ketat. Sedangkan sekitar 1.000 karyawan telah dilatih untuk memantau ritual umrah di Masjidil Haram.

Masjid akan dibersihkan 10 kali sehari di antara jeda waktu kehadiran masing-masing kelompok. Pembersihan lebih lanjut di area dengan lalu lintas tinggi, juga akan dilakukan, termasuk tempat wuduk, karpet, dan kamar mandi. Eskalator yang menuju ke lantai atas juga telah dilengkapi dengan alat pembersih, sementara alat cuci tangan telah ditempatkan di pintu masuk masjid.

Tahap pertama Umrah akan mencakup 6.000 jamaah sehari. Tahap kedua akan dimulai dua minggu kemudian pada 18 Oktober dan akan melibatkan sekitar 15.000 hingga 40.000 jamaah setiap hari. Sedangkan pada tahap ketiga, 20.000 hingga 60.000 jamaah akan diizinkan untuk melakukan ritual setiap hari, termasuk jamaah dari luar negeri.

Sistem pendingin udara juga telah dilengkapi dengan teknologi sanitasi ultraviolet, sementara kru akan menjaga jadwal pembersihan filter udara sembilan kali sehari dalam tiga tahap berbeda.

Sumber : Bisnis.com