27 Dapur MBG di Boyolali Ditutup, Dana BGN dan IPAL Jadi Kendala
Sebanyak 27 SPPG atau dapur MBG di Boyolali berhenti beroperasi akibat dana BGN belum cair dan kendala IPAL. Audit nasional juga segera dilakukan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, PALEMBANG--Aksi nekat dua sejoli di Palembang berujung celaka.
Dua sejoli di Kota Palembang, Sumatra Selatan nekat melompat ke Sungai Musi. Sepasang kekasih tersebut yakni Tegar (18) dan Meliana (17).
Kejadian itu bermula saat dua sejoli ini tengah asyik nongkrong di kawasan Dermaga 10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang pada Minggu (23/8/2020). Belum diketahui penyebab pastinya, tiba-tiba dua sejoli tersebut melompat ke Sungai Musi hingga tenggelam terbawa arus.
Kepala Kantor Basarnas Palembang, Herry Marantika mengatakan kini petugas gabungan masih melakukan proses pencarian kepada kedua korban.
“Kami menerjunkan enam orang ke lokasi kejadian untuk bergabung mencari para korban bersama TNI dan Polri,” kata Herry kepada Suara.com-jaringan Harianjogja.com pada Minggu malam.
Para personel yang dikerahkan pun dilengkapi berbagai peralatan. Mulai dari rubber boat, alat selam hingga peralatan medis.
“Semoga dengan banyaknya personil yang ikut membantu dalam proses pencarian ini mudah-mudahan korban dapat segera ditemukan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Sebanyak 27 SPPG atau dapur MBG di Boyolali berhenti beroperasi akibat dana BGN belum cair dan kendala IPAL. Audit nasional juga segera dilakukan.
BPS DIY memasukkan usaha online dalam Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan ekonomi digital yang berkembang pesat di Yogyakarta.
Penataan bantaran sungai di Bangunrejo, Tegalrejo, mulai menggerakkan UMKM dan kegiatan seni budaya sekaligus memperkuat ekonomi warga.
Said Iqbal mengungkap empat perusahaan terancam PHK massal akibat tekanan ekonomi global dan dampak perang Iran-AS-Israel.
Novel debut Kalis Mardiasih, Makamkan Ibu di Samping Ayah, mengangkat trauma antargenerasi, toxic parenting, dan rekonsiliasi keluarga.
Kemenkes memperkirakan kasus demensia di Indonesia menembus 2 juta pada 2025, dengan Alzheimer sebagai penyebab utama.