BEDAH BUKU: Tangkal Judol-Pinjol dengan Membaca
DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar kegiatan bedah buku di Joglo Bantala Abyudaya, Padukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari,
Logo PLN. /Ist
Harianjogja.com, BREBES- Terkait adanya pemberitaan tentang pedagang kopi Bustanul Arifin di Brebes, Jawa Tengah mengeluh diperlakukan tidak adil oleh petugas PLN dan dianggap melakukan pelanggaran. Selain itu beredar pula video dari pelanggan yang mengaku dirinya diperas oleh petugas PLN.
PLN menjelaskan bahwa pelanggan atas nama tersebut teridentifikasi dalam sistem Aplikasi Catat Meter Terpusat, penggunaan listrik pelanggan Rumah Tangga R1/450 tersebut angka meternya menurun dari bulan sebelumnya.
“Hasil pemeriksaan petugas PLN berdasarkan hasil baca meter petugas tiap akhir bulan menunjukkan stand meter mundur (kode kelainan stand mundur).
Petugas kemudian mendatangi rumah tersebut serta melakukan cek kwh meter yang disaksikan oleh pelanggan.
Hasil pengecekan di lapangan ditemukan bahwa piringan kwh meter berputar berlawanan arah (berputar ke kiri) yang mengakibatkan mundurnya angka stand meter. Kemudian petugas mengecek pengawatan kWh meter dan ditemukan kondisi tidak sesuai standar.
Petugas pun langsung menyampaikan kepada pelanggan. Pelanggan diarahkan untuk datang ke kantor ULP (Unit Layanan Pelanggan) untuk menyelesaikan Tagihan Susulan sebagai penyelesaian administrasi atas pelanggaran yang dilakukan,”Ungkap Manager Unit Layanan Pelanggan Brebes, Eggie Ergian
Sesuai dengan pernyataan dari pelanggan kepada petugas PLN yang mendatanginya, rumah tersebut sempat direnovasi dan diawasi oleh saudaranya (adik). Tidak diketahui apakah ada pengubahan pada sisi meteran pada saat dilakukan renovasi rumah. Faktanya, angka penggunaan listrik yang tercatat dalam sistem PLN memperlihatkan pengubahan tersebut yang ditandai dengan menurunnya angka stand meter.
“Secara teknis, bila dilakukan pemindahan kabel masuk dan keluar pada terminal kWh meter, piringan akan berjalan ke arah sebaliknya dan penggunaan listrik tidak dapat diukur secara akurat. Hal tersebut termasuk salah satu pelanggaran,” tambah Eggie.
Sudah dijelaskan juga bahwa setiap pelanggan yang melakukan pengubahan pada meteran yang mengakibatkan tidak berfungsinya pencatatan meter akan dikenakan sanksi.
PLN memahami keberatan pelanggan akan sanksi yang diberikan dan memberikan jalan keluar dengan cara mengangsur tagihan susulan pelanggaran sebesar Rp1.246.539. Tetapi pelanggan memilih melunasi tunai tagihan susulan tersebut pada tanggal 29 Juni, dan kemudian membuat rekaman video yang mengatakan bahwa dirinya diperas oleh petugas PLN.
"Kami tekankan sekali lagi, bahwa tidak ada pemerasan disini, namun yang terjadi adalah adanya pelanggaran Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). Atas hal itu, PLN berkewajiban memberikan sanksi berupa denda sesuai pelanggaran yang dilakukan berdasarkan prosedur yang jelas, meski demikian kami sudah berupaya untuk memberikan solusi dan pelayanan terbaik bagi pelanggan" Tutup Eggie Ergian
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar kegiatan bedah buku di Joglo Bantala Abyudaya, Padukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari,
Bahlil Lahadalia enggan menjawab soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid dalam kasus suap HGB. Ia memilih memberi gestur finger heart.
Empat film baru tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026. Ada Akal Imitasi, Istimewa, Taboo: The Silent Day, dan Urang Bunian.
PSIM Jogja menghadapi Madura United pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Van Gastel siap menghadapi permainan menyerang dan terbuka.
The Fed menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75%-4%, pertama sejak Juli 2023, di tengah tekanan inflasi dan harga energi AS.
KA Bandara YIA resmi dikelola KAI Commuter mulai 17 September 2026. Tarif dan jadwal tetap, tetapi kanal pembelian tiket berubah.