Banjir Rob Pati Rendam 73 Rumah dan 85 Hektare Tambak
Banjir rob di Kecamatan Tayu, Pati, merendam 73 rumah dan 85 hektare tambak. Sebanyak 127 KK terdampak akibat tanggul laut yang jebol.
Ilustrasi vaksin./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Kabar baik tentang vaksin virus Corona datang dari China.
Vaksin virus corona nonaktif buatan China diprediksi akan merampungkan uji coba dan siap dipasarkan pada akhir 2020 atau awal 2021.
China National Biotec Group (CNBG), anak perusahaan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), mengembangkan dua vaksin COVID-19 yang sedang dalam uji klinis Fase 2, seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (2/6/2020).
Perusahaan telah menggunakan vaksin tersebut ke lebih dari 2.000 orang. Hasil uji coba klinis mengklaim keamanan serta kemanjuran vaksin, ditandai dengan minimnya efek samping atau jauh lebih rendah dibandingkan produk serupa lainnya.
Demi meningkatkan kapasitas produksi, CNBG telah membangun satu unit produksi besar di Beijing yang sudah memenuhi persyaratan perlindungan keselamatan biologi (biosafety).
Fasilitas produksi vaksin lainnya dibangun di Wuhan, diprediksi akan selesai pada akhir Juni atau awal Juli.
Kedua unit tersebut diperkirakan dapat memproduksi 200 juta vaksin Covid-19 nonaktif setiap tahun.Artikel ini telah tayang di iNews.id berjudul "Vaksin Virus Corona Buatan China Siap Dipasarkan Paling Cepat Akhir 2020"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Inews.id
Banjir rob di Kecamatan Tayu, Pati, merendam 73 rumah dan 85 hektare tambak. Sebanyak 127 KK terdampak akibat tanggul laut yang jebol.
Psikolog mengungkap 7 tipe orang yang dapat menguras energi mental dan perlu dibatasi untuk menjaga kesehatan emosional.
Minat wisatawan terhadap pengalaman yang lebih personal dan bermakna terus meningkat
Lisa BLACKPINK mengungkap ia mengganti nama dari Pranpriya menjadi Lisa saat usia 13 tahun atas saran peramal di Thailand.
YouTube memilih berdamai dalam gugatan remaja AS terkait kecanduan media sosial. Sementara itu, gugatan terhadap Meta, TikTok, dan Snap masih berlanjut.
Tradisi suporter Jepang membersihkan stadion usai laga Piala Dunia 2026 menuai kritik di dalam negeri karena memicu perdebatan soal ketimpangan peran gender.