Advertisement
Ada Anjuran "Physical Distancing", Tingkat Okupansi Bus Tinggal 10 Persen
Foto aerial Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (2/1/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah telah menerapkan anjuran physical distancing guna mencegah penularan wabah virus corona (Covid-19). Organisasi Angkutan Darat (Organda) menyebut tingkat okupansi bus hanya tersisa 10-15 persen.
Sekretaris Jenderal DPP Organda Ateng Haryono mengatakan tingkat isian tersebut bisa semakin rendah apabila pemerintah menerapkan karantina wilayah (lockdown).
Advertisement
“Enggak lockdown saja sudah sengsara, penurunannya drastis dari rata-rata harian 75 persen menjadi 10-15 persen saja,” jelasnya, Senin (30/3/2020).
Dia mengaku telah menyediakan bilik disinfektan di sejumlah bus. Selain itu dari sisi penumpang juga sudah mulai meningkatkan kesadaran diri dengan mengenakan masker dan menggunakan hand sanitizer secara mandiri, hingga menerapkan jaga jarak.
Sementara itu, Ketua Bidang Angkutan Penumpang DPP Organda Kurnia Lesani Adnan mengharapkan agar lockdown jangan pernah terjadi. Pemerintah sebaiknya terus menjalankan protokol pencegahan penyebaran virus Covid-19.
Sebelumnya, Menteri Peruhubungan Ad Interim Luhut Pandjaitan memutuskan untuk menunda kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyetop sementara operasional bus antarkota antarprovinsi (AKAP).
Hal itu disampaikan Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati. "Menko Maritim dan Investasi selaku Plt Menhub (Luhut) mengarahkan, pelarangan operasional itu ditunda dulu pelaksanaannya sambil menunggu kajian dampak ekonomi secara keseluruhan."
Menurutnya, penutupan akses armada bus ini merupakan bagian dari opsi kebijakan pelarangan mudik. Berdasarkan hasil rapat terbatas terkait dengan antisipasi mudik, Presiden Joko Widodo telah meminta kementerian melakukan kajian ulang atas opsi ini.
Hingga Senin (30/3/2020) pukul 12.00 WIB, total ada 1.414 kasus Covid-19 di Indonesia. Angka ini bertambah 129 pasien yang dinyatakan positif dalam 24 jam terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal SIM Keliling Polda DIY Januari 2026, Ini Lokasi dan Jam Layanan
- Pemkot Jogja Terima Rp41,3 Miliar Dana Keistimewaan
- Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Rabu 21 Januari 2026, Ini Lokasinya
- Jadwal Terbaru KA Bandara YIA Rabu 21 Januari 2026
- Jadwal SIM Keliling di Sleman 21 Januari 2026
- Pemadaman Listrik di Sleman Hari Ini, Cek Wilayah Terdampak
- Jadwal SIM Keliling Bantul Januari 2026, Cek Lokasi dan Waktu Layanan
Advertisement
Advertisement




