Mundur dari Kursi Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad Dielu-elukan

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengikuti pertemuan Asean Leaders Gathering di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). - Antara/Afriadi Hikmal
24 Februari 2020 19:17 WIB Andya Dhyaksa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -  Mahathir Mohamad, mengajukan pengunduran diri dari kursi Perdana Menteri Malaysia, Senin (24/2/2020). Pengumuman mengejutkan ini menuai komentar dari berbagai warganet.

Unggahan mengenai pengunduran diri Mahathir di akun resmi Twitternya @chedetofficial, telah mendapat puluhan ribu like dan ratusan komentar.

Banyak diantaranya menyampaikan apresiasinya atas kepemimpinan Mahathir selama ini dan mendoakan yang terbaik bagi Mahathir maupun Malaysia. Ada pula yang menyayangkan langkah yang diambil Mahathir.

"Sedih dgn berita ni. Terima kasih atas jasa Tun selama ni. Harap Malaysia kekal aman makmur," cuit akun @hidayah**.

"Terima Kasih Tun.. We will miss you.. Please take care of your health and stay happy and strong.. Love you," tulis @Surinde***.

@ZAHARUDDI***
Jangan tinggalkan Negara sebelum kami benarkan. Tun M please come back and be our 8th PM. We need u. #prayfo4Malaysia

@SAM**
Ayahanda Tun M, I respect your decision even hard to accept it. Allow me to record my greatest appreciation from the day I was born till now on what you have done on development of Malaysians in putting Malaysia in the eyes of the world

Tak berselang lama setelah mengunggah pernyataan pengunduran diri dari posisi perdana menteri, Mahathir juga mengunggah pernyataan pengunduran diri dari jabatan ketua Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu).

Setelah menyatakan mundur sebagai PM Malaysia, disebut-sebut Wan Azizah Wan Ismail akan menjadi penerus sementara. Wan Azizah merupakan istri Anwar Ibrahim, skondan Mahatir dalam Pemilu Malaysia yang lalu dan sekarang menduduki posisi Deputi PM.

"Tun Dr Mahathir hin Mohamad telah menghantar surat peletakan jabatan sebagai Pengerusi Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu). Surat tersebut telah dihantar kepada Ibu Pejabat Bersatu hari ini," demikian tertulis dalam pernyataan tersebut.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia