Kembangkan Kasus, KPK Terbitkan Sprindik Baru untuk Fadia Arafiq
KPK menerbitkan sprindik baru pada 22 September 2026 untuk pengembangan kasus dugaan korupsi Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq.
Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92. /Ist-Instagram info_kopo
Harianjogja.com, PURWAKARTA -- Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang KM 92, Senin (2/9/2019). Peristiwa tragis ini melibatkan 21 mobil. Usai kejadian, api membubung tinggi dari kendaraan yang mengalami kecelakaan.
Kecelakaan beruntun itu menyebabkan 6 orang tewas dan 8 orang luka-luka. Mereka dibawa ke rumah sakit. Kecelakaan beruntun itu melibatkan kendaraan besar seperti truk dan bus, dan mobil pribadi.
Kasatlantas Polres Purwakarta, AKP Ricky Adi Pratama menyebutkan ada banyak faktor penyebab kecelakaan beruntun yang terjadi di Tol Cipularang KM 92. Beberapa faktor penyebab kecelakaan beruntun antara lain kondisi jalan, kondisi kendaraan hingga faktor kelalaian pengemudi.
Naun AKP Ricky Adi Pratama menduga kalau faktor kelalaian pengemudi jadi penyebab utama. Pasalnya kondisi jalan tol yang cukup lengang membuat pengemudi menginjak pedal gas dalam-dalam hingga melebihi batas aman kecepatan.
Beberapa korban selamat yang mengalami luka-luka pun telah dibawa ke beberpa rumah sakit terdekat di Purwakarta seperti RS Bayu Asih Purwakarta, RS Siloam Purwakarta dan RS Thamrin Purwakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
KPK menerbitkan sprindik baru pada 22 September 2026 untuk pengembangan kasus dugaan korupsi Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq.
Apple Maps menawarkan rute jalan kaki khusus, penyimpanan offline, integrasi Apple Watch, serta petunjuk navigasi melalui Dynamic Island.
BGN menghentikan sementara SPPG Bawang setelah ratusan penerima MBG diduga keracunan. Kepala SPPG juga dicopot.
Ditjenpas Jabar mendalami dugaan pungutan Rp150 ribu per pekan terhadap warga binaan di Lapas Cibinong.
Badan Geologi mendeteksi dua pulau baru di sekitar Anak Krakatau setelah erupsi 4-6 September 2026.
Basarnas mengevakuasi 14 jasad korban KM Virgo dari bangkai kapal. Total 150 korban ditemukan, 93 masih dalam pencarian.