PLN Seharusnya Dipimpin Sosok yang Memahami Teknologi, Bukan Hanya Keuangan

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) saat mengunjungi Dermaga Jetty Samosir di kawasan Pantai Pasir Putih, Samosir, Sumut, Selasa (30/7/2019). - Antara/Akbar Nugroho Gumay
05 Agustus 2019 22:17 WIB Juli Etha Ramaida Manalu News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim (Menko Maritim) Luhut Pandjaitan mengatakan PLN harus dipimpin sosok yang tak hanya mengerti manajemen keuangan, tetapi juga memahami teknologi.

Menurut Luhut, ini adalah salah satu butir evaluasi yang disampaikan Presiden Joko Widodo menyusul insiden padamnya listrik hingga berjam-jam di sebagian wilayah kerja sistem kelistrikan Jawa-Bali, berlangsung sejak Minggu (4/8/2019) sekitar pukul 11.50 WIB.

“Jadi, Presiden sudah memerintahkan evaluasi. Harus ada evaluasi mendasar,” ujar Luhut, Senin (5/8/2019).

Luhut mengatakan hingga saat ini evaluasi dan audit putusnya transmisi pada sirkuit utara Ungaran-Pemalang pada sistem Jawa Bali masih terus dilakukan. Audit rencananya melibatkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). “Masih diaudit. Kami belum tidak bisa berandai-andai,” ujar dia.

Luhut mengatakan Presiden Joko Widodo sangat marah atas kejadian ini dan menurut Luhut kemarahan tersebut bisa dimaklumi.

Kendati demikian, dia juga mengingatkan insiden padamnya listrik massal ini tidak hanya terjadi di Jakarta tetapi pernah juga timbul di sejumlah kota-kota besar dunia seperti New York pada Juli lalu.

“Tapi jangan lupa New York juga pernah kejadian, Australia juga,” katanya.

Padamnya listrik massal di New York terjadi tepatnya di Manhattan pada 13 Juli 2019 lalu. Listrik kemudian baru mengalir kembali setelah padam selama lima jam.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia