Advertisement
Jokowi Dapat Ucapan Selamat dari PM Inggris atas Kesuksesan Pemilu

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menerima ucapan selamat dari Perdana Menteri Kerajaan Inggris Theresa May, atas kesuksesan pemilu serentak tahun ini.
Berdasarkan keterangan tertulis yang dirilis oleh Sekretariat Presiden pada Minggu (5/5/2019), ucapan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon sekitar pukul 19.00 WIB di Istana Bogor, Sabtu (4/5/2019).
Advertisement
Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih, juga menjelaskan bahwa Pemilu pada 17 April 2019 lalu berjalan damai, adil dan transparan.
Presiden juga menyampaikan terima kasihnya atas dukungan pemerintah Kerajaan Inggris dalam proses pelaksanaan pemilu bagi WNI di London.
Di akhir pembicaraannya, kedua pemimpin negara juga sepakat akan terus meningkatkan kerja sama sebagai tanda peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kerajaan Inggris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ini Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni Lampung
- Arus Balik 2025, Terjadi Peningkatan Jumlah Kendaraan di Tol Cipali
- Arus Balik Lebaran, Tol Semarang-Solo Bakal Dibikin Satu Arah Saat Kendaraan Menumpuk
- Libur Lebaran, Belasan Rumah TNI di Asrama Gajah II Terbakar
- Prison Break Sorong, Tujuh Narapidana Lapas Kabur dengan Melubangi Tembok Pakai Sendok Makan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dongkrak Produktivitas Pertanian, Kementan Genjot Distribusi Alsintan Modern Bagi Petani
- Penjualan Tiket Bus Lebaran di Sukoharjo Lesu, Banyaknya PHK Diduga Jadi Penyebab
- Khofifah Minta Bos Maspion Pastikan Tidak Ada PHK di Jatim
- Pemerintah Jepang Keluarkan Peringatan Ancaman Gempa Dahsyat, Perkiraan Korban hingga 300 Ribu Orang
- Prison Break Sorong, Tujuh Narapidana Lapas Kabur dengan Melubangi Tembok Pakai Sendok Makan
- Korban Gempa di Myanmar Terperangkap Enam Hari, Diselamatkan Tim SAR Malaysia
- Gempa Myanmar, Pemerintah Pastikan Tidak Ada WNI yang Jadi Korban
Advertisement
Advertisement