Permendag Ekspor SDA Ditarget Rampung, DSI Mulai Juni 2026
Mendag Budi Santoso menargetkan Permendag ekspor SDA selesai hari ini. Ekspor CPO, batu bara, dan ferroalloy bertahap dialihkan ke PT DSI.
Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019)./ANTARA-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA-- Sejumlah hasil survei menunjukkan elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma\'ruf Amin lebih tinggi daripada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan bukan hal mustahil bagi Prabowo - Sandiaga untuk menyalip dan mengungguli elektabilitas pesaingnya, pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin. Menurut LSI Denny JA, hal demikian bisa dilakukan melalui para pendukung dengan militansi tinggi.
Selain itu, peneliti LSI Denny JA Ikrama Masloman mengatakan turunnya langsung Prabowo Subianto ke tengah rakyat dengan intensitas lebih banyak seperti yang dilakukan pasangannya Sandiaga juga bisa mendongkrak perolehan suara.
"Kalau menyalip itu terkait ketat dengan survei ini. Survei ini kan ada dugaan bahwa pemilih pak Prabowo militan dan kemudian dengan sentimen ada underdog effect pada saat ini mereka menggalang konsolidasi. Bisa saja mereka menyalip," kata Ikrama di Kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Selasa (19/3/2019).
"Jadi faktornya bukan hanya selisih elektabilitas tapi potensi golput di antara pemilih. Jadi kalau pemilih pak Prabowo dimaksimalkan 100 persen sedangkan di pemilih, ini kan selisih 20 persen, misalnya swing voters terbagi atau swing voters diambil banyak oleh pak prabowo misalkan," sambungnya.
Ia berujar, peluang Prabowo - Sandiaga untuk mengambil swing voters tersebut masih terbuka lebar dibanding pasangan Jokowi - Maruf Amin.
"Karena pertama mereka akan lebih terpacu dengan posisi elektabilitas, sehingga merasa punya kebutuhan untuk mengampanyekan mereka yang belum memilih. Kemudian mendorong yang tadi saya bilang militansi pemilih. Walaupun pada hari ini militansi pendukung pak Prabowo lebih kuat. Apalagi dikantong-kantong tadi seperti FPI, HTI dan sebagainya, ketiga adalah penetrasi kampanye," tutur Ikrama.
"Ini penetrasi kampanye kalau kita lihat di lapangan jangkauan pak prabowo sandi kan lebih kepada aktivitas langsung kandidat. Mesin2 lain seperti kampanye door to door yang masih dilakukan pak jokowi itu tidak terlihat di kunu pak prabowo artinya memang sisa waktu terakhir," ujarnya.
Diketahui dari survei terakhir LSI Denny JA, pasangan Jokowi - Maruf Amin unggul 20 persen di atas Prabowo - Sandiaga. Beredasarkan survei tersebut, Jokowi-Maruf memperoleh suara 58,7%. Sementara, Prabowo - Sandiaga sebesar 30,9%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendag Budi Santoso menargetkan Permendag ekspor SDA selesai hari ini. Ekspor CPO, batu bara, dan ferroalloy bertahap dialihkan ke PT DSI.
Sultan HB X dorong Raperda perfilman dan karst untuk lindungi budaya dan lingkungan Jogja secara berkelanjutan.
Sebanyak 1.222 ketua RT dan RW di Kota Magelang menerima honorarium 2026, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian.
Mahasiswa di Sleman jadi korban pengeroyokan OTK dini hari. Dua gigi patah, polisi masih selidiki pelaku dan motif kejadian.
Penderita hipertensi tetap boleh makan daging kurban saat Iduladha. Simak batas aman konsumsi, cara memasak, dan tips sehat dari dokter.
Harga bahan pokok di Sleman jelang Iduladha 2026 relatif stabil. Cabai merah keriting naik 19,58%, sementara telur dan ayam justru turun.