DPR Desak Kemenlu Selamatkan WNI Ditangkap Israel
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Lubang bekas penembakan di DPR. /Ist via Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA- Lapangan tembak yang berada di belakang kompleks gedung DPR RI akan dipindah. Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Anton Sihombing mengatakan lembaganya, pemerintah, pengelola kawasan senayan dan Polri telah menyepakatinya.
Hal itu dilakukan setelah BURT menggelar rapat dengan pemerintah, pengelola kawasan senayan dan Polri di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (24/10/2018).
"Kami sudah melaksanakan rapat dengan Kemenpora, Sekneg, pengelola senayan, dan Polri, hasilnya disepakati menutup atau merelokasi lapangan tembak sesegera mungkin," kata Anton di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan terkait tempat relokasi lapangan tembak, pihaknya menyerahkan kepada kementerian terkait dan lintas kementerian untuk mencari tempat.
Namun dia menekankan keberadaan lapangan tembak sangat dekat dengan objek vital yaitu kompleks parlemen dan di sekitarnya ada sekolah, hotel, dan restoran.
"Nanti mereka yang mencari tempat, Kemenpora sudah jelaskan, di Korea Selatan, lapangan tembak jaraknya 25 kilometer dari gedung parlemen," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
BPS DIY catat pengangguran turun jadi 3,05% pada Februari 2026, jumlah pekerja dan angkatan kerja meningkat.
Austria rilis skuad Piala Dunia 2026. Arnautovic dan Alaba kembali, ada pemain naturalisasi baru.
KAI Daop 6 tutup dua perlintasan liar di Jogja demi keselamatan. Total 41 jalur ilegal ditutup sejak 2023.
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.
Modus penipuan pajak catut BPKAD Jogja marak. Warga diminta waspada dan cek rekening resmi sebelum bayar pajak.