FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Ilustrasi stres/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Tingkat kebahagiaan di dunia berada pada tingkat terendah dalam lebih dari satu dekade terakhir, seiring meningkatnya jumlah orang yang mengatakan mereka merasa stres dan khawatir, menurut survei yang dipublikasikan pada Rabu (12/9/2018).
Dilansir Reuters, lembaga survei Gallup mencatat Republik Afrika Tengah (CAR) yang tengah dilanda konflik menjadi tempat terburuk di dunia tahun lalu, dengan Irak di tempat kedua.
"Secara kolektif, dunia lebih tertekan, khawatir, sedih, dan kesakitan hari ini daripada yang pernah kami saksikan sebelumnya," ucap Mohamed Younis, redaktur pelaksana Gallup, dalam kata pengantar untuk studi tersebut, seperti dikutip Reuters.
Gallup melakukan survei kepada lebih dari 154.000 orang di 146 negara mengenai apakah mereka merasakan sakit, khawatir, stres, marah atau sedih. Dikatakan, suasana global sedang suram sejak survei pertama pada 2006.
Wilayah Afrika Sub-Sahara memimpin, dengan 24 dari 35 negara yang disurvei mencapai posisi terendah dalam 10 tahun pada 2017, yang didominasi kerusuhan masyarakat yang melumpuhkan sistem perawatan kesehatan dan menyebabkan orang-orang kelaparan.
"Di CAR dan beberapa negara lain, persentase penduduk yang hanya berjuang untuk mendapatkan kebutuhan dasar cukup tinggi," kata penulis utama studi tersebut, Julie Ray.
CAR telah dirusak oleh kekerasan, dengan sebagian besar negara sekarang berada di luar kendali pemerintah, dan sekitar tiga dari empat penduduk mengatakan mereka mengalami rasa sakit dan khawatir.
Negara-negara kaya pun tidak kebal terhadap penurunan indeks kebahagiaan. Sekitar setengah warga AS yang diwawancarai mengatakan mereka tertekan.
Ekonom Jan-Emmanuel De Neve mengatakan melihat suasana global yang memburuk dengan latar belakang meningkatnya kekayaan dan kemajuan material terlihat cukup mengganggu.
"Mungkin ada indikator yang lebih struktural di sekitar peningkatan kekayaan yang tidak cukup inklusif," kata De Neve, seorang profesor di Universitas Oxford yang menulis tentang hubungan antara pendapatan dan kebahagiaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.