Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Ustaz Evie Effendi./Youtube
Harianjogja.com, JAKARTA - Kasus yang menimpa Ustaz Evie Efendi menjadi pelajaran penting bahwa tafsir terhadap alquran tak boleh dilakukan sembarangan.
Ustaz Evie Effendi menimbulkan kemarahan umat Islam karena menyebut Nabi Muhammad pernah sesat sebelum datangnya petunjuk. Pernyataan yang berdasarkan pemahamannya terkait Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 7 itu membuatnya dilaporkan ke polisi.
Evie sendiri sudah meminta maaf ke publik lewat pernyataan yang diunggahnya di media sosial. Sebagai manusia biasa, dia menyatakan bersalah atas ucapannya yang membuatnya dilaporkan atas pelanggaran UU ITE oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).
Menanggapi kontroversi ini, Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis (ISQH) Fauzan Amin Indonesia menilai, ucapan Evie “jika ada yang memeringati Maulid Nabi, maka yang diperingati adalah sesatnya Nabi SAW” jelas telah menyakiti umat Islam yang memiliki tradisi merayakan maulid Nabi.
Menurut Fauzan, perlu dipahami bahwa ayat Alqurn diturunkan sebagai penjelasan atas ayat yang turun sebelumnya. Dia menegaskan, belajar Alquran harus komprehensif dan tidak bisa sepotong-sepotong. Arti kata dhallan dalam surat ad-Dhuha Ayat 7 itu, lanjutnya, tidak bermakna \'sesat\', bahkan tidak ada satupun ulama ahli tafsir memaknai kata tersebut dengan kata \'sesat\', mengingat Rasulullah adalah maksum, sebagaimana ditegaskan dalam Alquran Surah an-Najm (53).
Kemudian, Fauzan juga menjelaskan bahwa, menafsirkan Alquran butuh keahlian khusus sesuai ketentuan syarat-syarat menjadi seorang mufassir alias tidak boleh asal menafsirkan semaunya, apalagi hanya bermodal terjemahan dan keahlian yang pas-pasan.
"Bacalah dan pahamilah Alquran sesuai penjelasan kitab-kitab tafsir karya para ulama ahli tafsir yang sudah ada, seperti tafsir Jalalain, tafsir Ibn Katsir, dan lain-lain," kata Fauzan melalui keterangan tertulis, Selasa (14/8/2018).
Sejalan dengan permasalahan di atas, kata dia, ISQH meminta Evie meminta maaf kepada seluruh umat Islam secara terbuka. "Apalagi Evie sebagai public figur maka harus lebih berhati-hati dalam menafsirkan Alquran karena bila tidak, maka akan menyesatkan pemikiran dan meresahkan umat. Saya juga mengimbau kepada seluruh umat Islam agar membiasakan diri tabayyun (klarifikasi) bila terjadi kesalahfahaman, tidak mudah terprovokasi dan menghindari perpecahan," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.