Fortani 26 Bentuk Konsolidasi Gerakan, Ini 6 Tuntutan di Hari Tani 24 September
FORTANI '26 terbentuk di Sleman dan menyerukan enam tuntutan agraria, dari legalisasi lahan petani hingga perlindungan pangan.
Ilustrasi elpiji 3 Kg. /SOLOPOS- Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, JAKARTA-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) tengah menyiapkan skema pendistribusian elpiji bersubsidi kemasan tabung tiga kg alias gas melon agar tepat sasaran.
"Sedang disiapkan mekanisme subsidi langsung elpiji tiga kg yang diintegrasikan dengan program bantuan sosial atau subsidi lain yang akan dikoordinasikan oleh Kemensos. Saat ini, sedang dipersiapkan verifikasi dan validasi data konsumen pengguna yang berhak mendapatkan subsidi tersebut," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi kepada Antara di Jakarta, Senin (16/7/2018).
Menurut dia, sesuai perkembangan terkini, sudah dilakukan rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dipimpin Menko PMK Puan Maharani dan dihadiri Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan untuk membahas pelaksanaan subsidi langsung elpiji tiga kg yang akan diintegrasikan dengan bantuan sosial lainnya.
Kemudian, Agung menjelaskan untuk penggunaan elpiji bersubsidi oleh usaha kecil dan menengah (UKM) dinilai kurang tepat.
"Sesuai Perpres No 104 Tahun 2007 dan juga Perpres 126 Tahun 2015 bahwa pengguna elpiji tiga kg bersubsidi adalah hanya konsumen rumah tangga, usaha mikro, dan nelayan. Sedangkan, untuk usaha kecil menengah (UKM) bukan merupakan pengguna elpiji tiga kg bersubsidi," kata Agung.
Pemerintah dalam waktu dekat akan mengendalikan distribusi elpiji bersubsidi kemasan tabung tiga kg agar tepat sasaran yakni masyarakat atau konsumen yang kurang mampu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
FORTANI '26 terbentuk di Sleman dan menyerukan enam tuntutan agraria, dari legalisasi lahan petani hingga perlindungan pangan.
Jalan Palagan Sleman rusak di tujuh titik dan butuh perbaikan drainase. DPRD DIY mendorong anggaran sekitar Rp24 miliar melalui APBD.
Stunting di Giwangan tercatat 6,25 persen. Kelurahan membentuk Tim SIGAB Stunting untuk mempercepat deteksi dan pendampingan keluarga.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Harga cabai rawit di sejumlah pasar rakyat Sleman tembus Rp70.000 per kilogram akibat pasokan berkurang selama kemarau panjang.
Performa Intel Core Ultra, keamanan kelas bisnis, dan ketahanan MIL-STD-810H dalam laptop kerja yang ringan dan terjangkau untuk profesional