Target 2.612 Hektare, Tanam Modern Pekalongan Baru 32,5 Hektare
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Sterilisasi Mapolrestabes Surabaya./Okezone
Harianjogja.com, SURABAYA-Mapolrestabes Surabaya lakukan sterilisasi area usai ledakan bom yang terjadi, Senin (14/5/2018). Bom tersebut diduga dibawa dengan kendaraan dan diledakkan di halaman kantor polisi.
Dari pantauan di lokasi kejadian, Mapolrestabes Surabaya sudah disterilkan sekira 100 meter dari lokasi meledaknya bom. Para warga pun diminta menjauh dari lokasi kejadian karena dikhawatirkan ada ledakan susulan.
Sejumlah petugas baik dari kepolisian, Tim Gegana, hingga paramedis terlihat sibuk di lokasi kejadian. Bahkan, para warga pun terpantau lebih memilih untuk tak mendekat dan berdiam diri di rumah karena takut akan teror yang terjadi.
Seperti diketahui, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, ledakan bom di Mapolrestabes Surabaya terjadi di pintu gerbang masuk. Hal itu sesuai dengan video CCTV yang beredar luas.
"Ada mobil, kemudian motor, kemudian terjadi ledakan," kata Frans di Polda Jatim, Senin (14/5/2018).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.