Veda Ega Pratama Bertahan di 5 Besar Klasemen Moto3 2026
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Gatot Nurmantyo/Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo berbicara dalam Dialog Kebangsaan bertajuk "Menjaga Perdamaian dan Kesatuan Bangsa Indonesia" di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di Jogja, Jumat (4/5/2018) sore.
Pada kesempatan itu, ia mengaku yakin pemerintah tidak akan melarang penyampaian tema-tema politik di masjid.
"Tidak mungkin pemerintah melarang itu, ndak mungkin. Itu hanya tanggapan-tanggapan," kata Gatot usai berbicara dalam dialog tersebut.
Menurut Gatot, jika harus dilarang, yang dilarang untuk disampaikan di masjid adalah ujaran-ujaran yang mengadu domba serta menghasut ke arah yang tidak benar. "Kalau politik, politik itu tujuannya mulia, hanya disalahartikan saja," kata dia.
Ia mengatakan berbagai bidang ilmu mulai dari kedokteran, perbintangan, hingga politik seluruhnya ada di dalam Al-Quran. Oleh sebab itu, ia menilai aneh jika politik dilarang di masjid, pasalnya surat-surat Al-Quran juga ada yang membahas mengenai pemerintahan.
"Sekarang, masjid ini, contohnya akan melaksanakan shalat tarawih, di mana sepanjang bulan Ramadhan ini tarawihnya [membaca surat Al-Quran] sampai 30 juz. Di masjid tidak boleh politik kan, imamnya membacakan surat An-Naml, surat semut, Nabi Sulaiman, itu kan [tentang] pemerintahan kan, [bisa] ditangkaplah dia," kata dia.
Selain itu, menurut Gatot, Nabi Muhammad SAW sebagai panutan umat Islam juga pernah menyampaikan soal politik dan pemerintahan di Masjid Nabawi, Madinah.
"Oleh karena itu, perlu dipertanyakan apabila ada pelarangan politik di masjid. Jika ada yang melarang penyampaian politik di masjid, satu, kalau dia Umat Muslim dia tidak tahu tentang agama. Kedua, kalau [dia] bukan umat Muslim maka sok tahu agama Islam, kan gitu," kata Gatot.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengatakan tidak ada larangan dalam ajaran agama untuk menjadikan masjid sebagai tempat pendidikan politik asal menggunakan nilai dan etika yang baik.
Adapun yang dilarang soal politik di masjid, menurut Zainut, adalah ketika tempat ibadah umat Islam itu dijadikan tempat kegiatan politik praktis, misalnya untuk kampanye, mengajak atau mempengaruhi untuk memilih atau tidak memilih calon.
"Termasuk menjelekkan, menyampaikan ujaran kebencian, memfitnah serta melakukan provokasi untuk melawan pemerintahan yang sah," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.