Airlangga Sebut Indonesia Tetap Menarik bagi Investor, Ini Alasannya
Airlangga sebut Indonesia tetap jadi tujuan investasi meski konflik global meningkat, didukung stabilitas ekonomi dan kawasan.
Presiden Jokowi saat mengunjungi Papua belum lama ini. /Biro Pers Kepresidenan
Harianjogja.com, JAYAPURA-Presiden Joko Widodo ditemani Ibu Negara Iriana Joko Widodo blusukan ke Pasar Mama-Mama, Jayapura, Papua. Presiden pun memborong dagangan yang dijual di pasar itu. Apa saja?
Presiden yang mengenakan kemeja putih senada dengan kemeja Iriana Joko Widodo tiba di pasar tersebut pada sekitar pukul 18.00 WIT seusai acara pembagian sertifikat di kompleks Kantor Bupati Jayapura. Pasar yang diresmikan Presiden Jokowi pada April 2016 lalu itu sudah dipenuhi mama-mama (para perempuan) yang berteriak-teriak menyambut Presiden. Kebanyakan pedagang menjual hasil bumi seperti sayur, buah, madu hingga ketela.
Pedagang pertama yang dihampiri Presiden adalah mama penjual jambu biji yang dijual Rp10.000 per buah, Presiden membeli beberapa jambu dari mama tersebut.
Saat berbelanja, Presiden ditemani Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano. Selanjutnya Presiden juga membeli sejumlah kebutuhan dapur seperti tomat, cabai dan jeruk nipis. Presiden tampak mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah dan menolak untuk menerima kembalian dari para mama.
Presiden selanjutnya membeli madu yang dijual Rp50.000 per botol. Presiden hanya sempat berkeliling di lantai satu pasar tersebut, meski banyak mama penjual yang sudah menunggu mantan Walikota Solo dan rombongan di lantai dua. Barang terakhir yang dibeli Presiden adalah petatas atau ubi jalar yang biasa menjadi bekal perjalanan masyarakat Papua yang dijual Rp15.000-Rp20.000.
Setelah berdialog dengan pedagang dan membeli dagangan, Presiden kembali ke hotel yang terletak tepat di depan Pasar Mama-Mama Papua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Airlangga sebut Indonesia tetap jadi tujuan investasi meski konflik global meningkat, didukung stabilitas ekonomi dan kawasan.
Dosen UMY mengungkap penyebab masyarakat sulit menabung. Gaya hidup konsumtif, minim target keuangan, dan lemahnya dana darurat menjadi faktor utama.
Gempa magnitudo 4,4 mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah. BMKG mencatat sudah terjadi 1.374 gempa susulan pascagempa M 6,7.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan Rp500 juta untuk pembangunan talut di Pantai Sepanjang sebagai bagian dari penataan kawasan wisata secara bertahap.
UMY naik 42 peringkat di QS WUR 2027 berkat jaringan riset internasional yang melonjak 92 persen dan menjadi kampus Islam terbaik di Indonesia.
Kelangkaan daging sapi di Salatiga berdampak pada pedagang bakso, sate, dan rumah makan. Sejumlah usaha terancam mengurangi produksi hingga tutup sementara.