Advertisement

PERAMPOKAN BANTUL : Pelaku Lubangi Dinding & Rusak CCTV

Arief Junianto
Selasa, 01 Desember 2015 - 08:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
PERAMPOKAN BANTUL : Pelaku Lubangi Dinding & Rusak CCTV

Advertisement

Perampokan Bantul terjadi pekan lalu.

Harianjogja.com, BANTUL-Toko modern berjejaring Alfamart yang ada di kawasan Jl. Wates KM 15, Dusun Tonalan, Desa Argosari dibobol kawanan pencuri, Minggu (30/11/2015) malam. Pelaku tidak hanya melubangi dinding toko tetapi juga merusak Closed Camera Television (CCTV)

Advertisement

Kapolsek Sedayu Kompol M. Nawawi kejadian itu berawal ketika karyawan toko modern berjejaring tersebut mulai hendak membuka toko, Senin (30/11/2015) pagi. Sontak mereka terkejut saat melihat dinding di bagian toko belubang dengan diameter lebih dari 30 sentimeter.

Merasa ada yang tak beres, karyawan pun segera memeriksa seisi toko. Alhasil, mereka pun mendapati pintu gudang serta pintu brankas yang biasa dipakai untuk menyimpan uang setoran toko pun rusak.

“Saat dilihat, uang sebanyak Rp30 juta hilang dan beberapa barang dagangan senilai Rp7 juta,” kata Nawawi kepada wartawan, Senin (30/11/2015).

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), selain lubang di dinding toko bagian belakang, pihaknya juga mendapati kamera CCTV toko rusak. Itulah sebabnya, ia menduga pembobolan toko itu dilakukan oleh lebih dari seorang.

“Saya rasa mereka juga bukan pencuri amatir. Buktinya, mereka merusak CCTV juga,” imbuhnya.

Saat melaporkan kejadian itu ke pihak Polsek Sedayu, Maya Ariningsih, salah satu karyawan toko tersebut mengaku terkejut dengan pembobolan tersebut. Pasalnya, toko itu sendiri diakuinya belum lama buka.

Diakuinya pula, uang setoran sebesar Rp30 juta itu memang tak biasa disimpannya di brankas. Biasanya, uang setoran tersebut langsung diberikannya kepada pihak pengelola. “Ini uang setoran selama tiga hari,” katanya.

Terpisah, Firly Firlandy, Regional Corporate Commucination Manager Alfamart membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Pihaknya kini sudah menyerahkan penanganan selanjutnya kepada pihak kepolisian.

“Biarkan mereka yang menangani kasus ini sekaligus melakukan penghitungan kerugiannya,” katanya.

Meski berada di tepi jalan nasional, ia tak menampik kawasan tersebut memang masih lengang. Itulah sebabnya, toko tersebut tidak dibuka 24 jam. Ia mengklaim, sebelum mendirikan toko, pihaknya selalu berkomunikasi dengan masyarakat setempat.

“Entahlah, ini kok bisa kebobolan. Kami belum mendapatkan laporan rigidnya dari toko,” sergahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tocantins Mengamuk di Maguwoharjo, PSS Sleman Pesta Gol Tanpa Ampun

Tocantins Mengamuk di Maguwoharjo, PSS Sleman Pesta Gol Tanpa Ampun

Sleman
| Sabtu, 04 April 2026, 18:07 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement