Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Harianjogja.com, JOGJA - Sebanyak 111 anak didik di TK dan Playgroup Primagama diajak melakukan manasik haji kecil di Sekolah
Tinggi Pertanahan Negara (STPN) Jogja, Sabtu (22/11/2014). Acara berlangsung dua jam dengan sangat meriah. 111 anak didik yang berasal dari lima kantor cabang TK Primagama sangat antusias melakukan latihan manasik haji.
Ketua pelaksana kegiatan Bunda Yuyun Susilowati mengungkapkan, tujuan penyelenggaraan manasik haji adalah memperkenalkan tata cara ibadah haji bagi anak-anak. Kegiatan semacam ini merupakan agenda rutin tahunan TK Primagama dalam upaya memberikan bekal dan motivasi anak didik mengenal lebih dalam rukun Islam kelima itu.
"Anak-anak melakukan tahapan-tahapan ibadah haji dengan tertib mulai dari latihan sewaktu di embarkasi, mengelilingi kabah, mencium hajar aswad, berlari kecil di Bukit Syafa dan Marwa hingga lempar jumrah. Meski terlihat lelah, tapi raut wajah anak-anak sangat senang. Mereka berpakaian serba putih seperti sedang menunaikan ibadah haji di Mekah," ujar Yuyun kepada Harianjogja.com di sela-sela kegiatan.
Sementara Bunda Rieka Apriyani selaku Direktur dan Playgroup Primagama dalam kesempatan itu turut menuturkan, setiap anak punya hak memperoleh pendidikan agama sedini mungkin agar memiliki arah kehidupan yang jelas kelak. Menurut dia, kewajiban orangtua adalah memberikan kesempatan dan memfasilitasi serta mendorong anak-anak belajar agama sedini mungkin.
"Manasik haji merupakan cara menumbuhkan rasa keberagaman sedini mungkin," paparnya.
Dalam manasik itu, miniatur Kabah, makam Ibrahim dan Hijr Ismail disesuaikan dengan lokasi. Saat anak-anak melakukan thawaf ada pembimbing yang memberikan instruksi tentang tata cara mengangkat tangan dan saat mencium hajar aswad. Instruktur juga membimbing saat anak-anak praktek berdoa di Multazam, maupun saat meminum air zam-zam. Setelah itu mereka melakukan praktek berlari-lari kecil dari Bukit Syafa ke Bukit Marwa.
Saat praktek wukuf di Arrafah, anak-anak cukup mendengarkan khutbah.
Yani, 35, salah satu orangtua anak didik TK Primagama memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan manasik haji seperti ini.
"Dengan kegiatan semacam ini kami harapkan anak-anak punya motivasi kelak bisa menunaikan rukun Islam ini. Minimal saat ini mereka sudah punya modal pengetahuan tentang haji, jadi ketika sudah tiba waktunya untuk benar-benar naik haji nanti tidak perlu bingung tata caranya," papar ibu rumah tangga asal Griya Taman Asri Sleman ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.