Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Tiga ulama yang akan dieksekusi pemerintah Arab Saudi. (Istimewa)
Harianjogja.com, JEDDAH - Sejumlah ulama di Arab Saudi dikabarkan bakal dieksekusi dalam waktu dekat lantaran diduga terlibat terorisme.
Arab Saudi dilaporkan berencana untuk mengeksekusi tiga ulama Sunni setelah bulan Ramadan berakhir. Laporan Middle East Eye melaporkan bahwa ketiga ulama itu akan dieksekusi atas tuduhan keterlibatan dalam terorisme.
Ketiga pria akan dieksekusi adalah Wad al-Qarni, seorang pengkhotbah, akademisi, dan penulis Sunni; Ali al-Omari, seorang penyiar populer; dan Sheikh Salman al-Odah. Ketiga pria yang semuanya digambarkan sebagai ulama “moderat” itu ditangkap pada September 2017 bersama 20 ulama lainnya dalam tindakan keras pemerintah terhadap para pembangkang.
Laporan Middle East Eye yang dilansir Sputnik, Kamis (23/5/2019) mencatat bahwa Al-Odah sejauh ini merupakan yang paling terkenal dari ketiga ulama tersebut, dengan 13,4 juta pengikut di Twitter yang menelurkan tagar seperti #freesalmanalodah dan "Salman al-Odah bukan teroris" setelah penangkapannya. Stasiun TV-nya, "For Youth," juga memiliki banyak pengikut.
Al-Odah dituntut dengan 37 tuduhan terorisme karena mengkritik pemerintah, sebuah langkah yang mulai diberlakukan oleh Arab Saudi pada 2014. Dia juga dituduh berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin, sebuah gerakan Islam Sunni yang moderat menurut standar Wahhabisme, sekte Muslim ultra-konservatif resmi Arab Saudi.
Seorang sumber mengatakan kepada Middle East Eye bahwa Riyadh pada awalnya berhati-hati untuk mengejar eksekusi bagi para ulama itu. Tetapi "ketika mereka menemukan ada sangat sedikit reaksi internasional, terutama di tingkat pemerintahan dan kepala negara, mereka memutuskan untuk melanjutkan" eksekusi tersebut. "Eksekusi itu, jika mereka melanjutkan, akan sangat serius, dan dapat menghadirkan titik kritis yang berbahaya," kata anggota keluarga salah satu tertuduh kepada Middle East Eye.
Sumber itu juga mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi berharap untuk mengambil keuntungan dari ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran, untuk meminimalkan dampak dan reaksi internasional dari eksekusi tersebut. "Mereka terdorong untuk melakukannya, terutama dengan ketegangan di Teluk saat ini.
Bulan lalu, Arab Saudi mengeksekusi 37 orang, sebagian besar aktivis Syiah, atas tuduhan terorisme, memancung dan menyalibkan mayat mereka. Menurut kelompok hak asasi manusia Reprieve, sejauh ini Kerajaan telah mengeksekusi 105 orang pada 2019, dengan 44 di antaranya warga negara asing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
KTM menolak aturan satu motor MotoGP dan memilih mendukung cost cap sebagai opsi menekan biaya tanpa mengurangi aksi balap.
Sebanyak 1.001 pembatik akan membatik bersama di Malioboro pada 3 Oktober 2026. Jalan ditutup pukul 06.00-09.00 WIB.
Nissan menilai produsen Tiongkok menjadi tantangan berat dan menyiapkan strategi biaya menghadapi potensi produksi mobil China di Meksiko.
Jadwal Asian Games 2026 30 September menghadirkan panjat tebing, gulat, tenis, sepak takraw, esports, hingga balap sepeda Indonesia.
Vilmei berencana resign sebagai content creator dan bekerja dari nol untuk mengumpulkan Rp100 juta pertama setelah kasus uang Rp1,2 miliar.