Advokat Afon Nahak Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran, Sebut Ada Indikasi Politik
Advokat Afon Nahak mengkritik putusan MK soal ijazah Gibran dan menyebut ada indikasi politik. MK menyatakan gugatan tak dapat diterima.
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) bersama Cawapres Sandiaga Uno dan petinggi partai pendukung mengangkat tangan saat mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 kepada awak media di kediaman Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4/2019). /ANTARA FOTO-Indrianto Eko Suwarso
Harianjogja.com, JAKARTA-- Sandiaga Uno berapi-api dalam memberikan pidato pada pembukaan pemaparan kecurangan Pemilu di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019) sore.
Hal itu membuat Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak menyangka pendampingnya dalam pemilihan presiden bisa melakukan hal tersebut.
Menurut Prabowo, hal tersebut tidak biasa dilakukan Sandiaga. Malah kata Prabowo, justu dia lah yang terbiasa bersemangat seperti halnya saat Sandiaga berpidato sore hari ini.
"Saya bicara seperti ini sudah lama dididik dan saya kaget Sandiaga Uno ngomong seperti ini tadi," kata Prabowo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.
Melihat Sandiaga yang sangat bersemangat saat pidato, Prabowo kemudian menampik segala omongan yang mengatakan bahwa Sandiaga akan pergi meninggalkan dirinya.
"Ada yang mengatakan saudara Sandiaga Uno ini seorang pengusaha, dia anak muda, dia akan meninggalkan Prabowo Subianto. Nyatanya dia [Sandiaga] lebih rajin turun ke daerah-daerah dari saya," ujar Prabowo.
Tak mau kalah dengan pernyataan sikap Sandiaga dalam pidato, Prabowo juga turut mengungkapkan sikapnya terkait Pemilu 2019 yang diklaim curang.
"Dan tadi dia sudah menyatakan sikap dan sekarang saya menyatakan sikap saya, kita akan membela kebenaran, keadilan, kejujuran sampai kemenangan rakyat diakui," kata Prabowo.
Adapun ucapan pidato Sandiaga yang membuat kaget Prabowo ialah saat Sandiaga meminta para relawan untuk terus berjuang melawan segala bentuk kecurangan. Ia meminta relawan berjuang sampai titik darah penghabisan demi menjaga kedaulatan.
"Karena demokrasi adalah soal kesetian pada prinsip kejujuran dan keadilan. Akhirnya kami ingin mengajak saudara-saudara untuk terus berjuang sekuat tenaga sampai titik darah penghabisan, jaga kedaulatan rakyat, takbir!" seru Sandiaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Advokat Afon Nahak mengkritik putusan MK soal ijazah Gibran dan menyebut ada indikasi politik. MK menyatakan gugatan tak dapat diterima.
Sebanyak 73 akuntan SPPG Gunungkidul dilatih menggunakan aplikasi AKSIS untuk pelaporan keuangan Program Makan Bergizi Gratis.
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Thailand tetap mendapat Rp8,87 miliar setelah menjadi runner-up FIFA ASEAN Cup 2026. Indonesia sebagai juara mendapat US$650.000.
Jorge Martin unggul 2 poin atas Marc Marquez jelang MotoGP Mandalika 2026 setelah meraih dua podium di Jepang.
Donasi Rp909 juta terkumpul dalam Malam Berbagi Jogja. Dana akan digunakan untuk bedah rumah dan membantu warga yang kesulitan biaya pendidikan.