BPJS Ketenagakerjaan Gelar Klaim JHT Massal Bagi Pekerja PT MTG Jogja
BPJS Ketenagakerjaan layani klaim massal JHT 336 pekerja PT MTG di Jogja. Proses cepat via layanan langsung dan aplikasi JMO.
Bandara Internasional Yogyakarta/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi menegaskan nama Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) tanpa embel-embel nama tokoh maupun pahlawan di belakangnya.
“Sudah final. Tidak hanya final dari sisi administrasi dan surat menyurat, persetujuan juga sudah ada. Lalu dasarnya yang mengusulkan penambahan nama tokoh itu apa?” katanya kepada Harian Jogja, Kamis (9/5/2019).
Dia menjelaskan munculnya nama YIA menggantikan nama NYIA setelah Gubernur mengajukan surat ke Kementerian Perhubungan (Pusat). YIA adalah kode penerbangan dan nama bandara yang disetujui adalah Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Dalam suratnya, Gubernur memang tidak mengusulkan nama raja-raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau leluhurnya ataupun nama-nama tokoh lainnya untuk nama bandara.
Jika masih ada usulan penambahan nama pahlawan atau tokoh pada YIA, Gatot mempersilahkan, tetapi hanya sebatas usulan. Menurut Gatot, jauh hari sebelum Komisi D mengusulkan penggunaan nama pahlawan sudah benyak pihak yang mengusulkan hal serupa. Seperti Sultan Agung dan Nyi Ageng Serang. Tetapi usulan itu oleh Gubernur tidak disetujui.
“Alasannya, leluhur tidak diperkenankan untuk nama, daripada nanti rebutan ini miliknya siapa, sudahlah namanya Bandara Internasional Yogyakarta. Ini juga berkaitan dengan kode bandara. Kalau [Komisi D] hanya mengusulkan ya silakan, tapi yang jelas itu sudah final,” kata Gatot.
Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD DIY Koeswanto mengatakan penggunaan nama khusus untuk YIA diberikan karena YIA merupakan akronim dari kode penerbangan. Tidak ubahnya kode penerbanhan DPS (Denpasar), CGK (Cengkareng), JOG (Adisutjipto) dan lainnya. “DPRD DIY akan mengusulkan nama bandara yang lebih spesifik, sekaligus menunjukkan identitas tentang DIY. Dalam waktu dekat akan kami usulkan,” katanya, Rabu (8/5/2019).
Dia menjelaskan, sejarah berdirinya DIY sangat panjang. Dalam perjalanannya, kata politisi PDIP itu, Jogja memiliki banyak tokoh dan pahlawan. Usulan nama dari pahlawan dari DIY dinilai cocok untuk menamakan YIA. Dia mencontohkan sejumlah nama yang dinilai berjasa dan melegenda. Seperti Sultan Agung, Pangeran mangkubumi (Sri Sultan HB I yang juga pendiri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat), Nyi Ageng Serang, Pangeran Diponegoro, atau sejumlah nama lainnya.
Nama-nama tersebut, kata Koeswanto, masih dalam tahap usulan dan belum disampaikan secara formal kepada Gubernur DIY. Pengajuan secara formal akan dilakukan karena Gubernur yang memiliki wewenang untuk memberikan nama. “Ini hanya sebatas usulan agar ada nama yang lebih spesifik bagi bandara baru.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan layani klaim massal JHT 336 pekerja PT MTG di Jogja. Proses cepat via layanan langsung dan aplikasi JMO.
Jaksa mengungkap dugaan skema organisasi bayangan dan konflik kepentingan dalam kasus Chromebook yang menjerat Nadiem Makarim. Tuntutan mencapai Rp5,67 triliun.
Psikiater ingatkan bahaya stres akibat media sosial pada perempuan, terutama ibu, yang berdampak pada kesehatan mental keluarga.
Nelayan hilang akibat ombak di Pantai Baru Bantul ditemukan meninggal dunia. Tim SAR gabungan akhiri operasi pencarian.
Sony dikabarkan meluncurkan headphone premium WH-1000XX The ColleXion dengan desain mewah dan harga tinggi. Simak bocoran lengkapnya.
Harga rumah sekunder tetap naik di 11 kota meski rupiah melemah. Surakarta mencatat lonjakan tertinggi hingga 23,5%.