650 Orang Berebut Posisi Volunteer MIF 2026 di Mandalika
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Ilustrasi ujian masuk PTN./JIBI
Harianjogja.com, HONG KONG -- Kejadian tak mengenakkan dialami seorang siswa yang sedang ujian. Ia menceritakan pengalamannya duduk di belakang peserta ujian masuk universitas yang terus-terusan kentut. Curhatan itu menjadi viral.
Dikutip dari World of Buzz, Selasa (2/4/2019), saat itu ia sedang mengikuti ujian masuk universitas di Hong Kong, atau Diploma of Secondary Education Examination (DSE).
Dalam forum online, ia curhat tentang \'penderitaannya\' melalui unggahan yang diberi judul Ikut DSE dan orang di depanku kentut selama dua jam berturut-turut.
Siswa yang tak mengumbar namanya itu menuliskan unggahan tersebut, Sabtu (6/4) akhir pekan lalu setelah ujian bahasa Inggris.
Kalimat pertama yang ditulis si calon mahasiswa menyebutkan, orang yang duduk di depannya tampak normal, sampai tiba saatnya ujian dimulai.
"Aku mendengarnya kentut dan sepertinya dia mengikuti irama lagu Greensleeves, yang sedang dimainkan. Begitu mendengar dia mulai kentut, aku langsung menahan napas, tetapi dia tidak berhenti mengeluarkan gas! Saat aku sedang mendengarkan kentutnya yang beritme itu dan dipaksa untuk bertahan menyium baunya, pikiranku kosong dan aku tidak bisa menjawab dua pertanyaan dalam ujian," keluh siswa itu.
Cobaan itu harus ia hadapi selama dua jam, hingga ujian berakhir. Dirinya mengakui semakin tersiksa, saat tiba waktunya ujian listering alias mendengarkan dalam bahasa Inggris.
Siswa yang curhat itu menambahkan, ketika kembali ke rumah setelah ujian, ia kesal karena merasa seakan pakaiannya masih berbau seperti kentut peserta ujian di depannya.
Sejumlah warganet yang membaca unggahan itu, dilaporkan World of Buzz, mengomentari dengan ungkapan simpati. Sementara beberapa yang lainnya tidak bisa menahan tawa.
Ada pula yang menasihatinya untuk meminta tukar tempat duduk dan memberi tahu alasannya pada pengawas ujian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.