Deretan Mobil Baru Siap Debut di GIIAS 2026, dari Hybrid hingga EV
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
Ilustrasi perumahan berskema FLPP (Rachman/JIBI/Bisnis)
Harianjogja.com, JAKARTA--Pemerintah berencana menyediakan fasilitas cicilan rumah subsidi bagi pegawai negeri sipil (PNS), TNI, Polri dan generasi milenial. Salah satu caranya adalah dengan menaikan batas minimum penghasilan penerima Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari Rp4 juta menjadi Rp8 juta.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan, pihaknya menyambut baik wacana tersebut. Wacana tersebut salah satu tujuannya adalah untuk menarik minat beli generasi milenial.Apalagi menurutnya, generasi milenial menjadi pasar potensial bagi para pengembang properti. Saat ini generasi milenial sudah mulai banyak yang memasuki usia kerja.
"Masyarakat milenial plus menjadi perhatian juga, dengan adanya bunga subsidi sudah sangat bagus," ujarnya saat ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (5/3/2019).
Akan tetapi lanjut Junaidi, pihaknya juga meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan para pelaku Usaha Mikro Kecil Kenangan (UMKM). Karena menurutnya, pasar UMKM ini juga sama besarnya mengingat banyak sekali yang belum memiliki rumah. "Tapi jangan dilupakan masyarakat mikro. Ini juga harus terakomodir," ucapnya.
Menurut Junaidi, sangat amat disayangkan jika sektor ini tidak tergarap. Apalagi di tengah komitmen pemerintah untuk menyediakan hunian kepada masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah. "MBR plus harus melihat jumlah MBR yang terbesar jadi sangat disayangkan jika yang di bawah MBR yang belum tergarap," katanya.
Pemerintah sendiri telah menyediakan program KPR khusus masyarakat di bawah penghasilan MBR lewat BP2BT. Namun Junaidi sangat menyayangkan jika bunga cicilannya disamakan dengan bunga bunga komersil. "Ada program khusus usaha mikro dapet ini justru terbebani karena bunga komersil. Jadi menurut saya perlu fokus jadi jumlah terbesar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan lahan 4 hektare untuk TPST Wukirsari. Proyek menunggu bantuan Pemerintah Pusat dan ditarget mulai dibangun 2027.
Honda Super-One debut di GIIAS 2026 dengan kuota 100 unit untuk Indonesia. Mobil listrik ini mampu menempuh jarak hingga 274 kilometer.
DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Anggota KPU RI Parsadaan Harahap terkait penggunaan helikopter saat pelantikan KPPS di Cianjur.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan penertiban gula rafinasi untuk melindungi petani tebu dan mempercepat target swasembada gula.
Dua mesin diesel milik petani di Bulak Dobangsan, Wates, Kulonprogo dicuri. Korban merugi Rp3,5 juta, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.