Menteri PUPR: Bukan Motor Masuk Tol, melainkan Pembangunan Jalur untuk Sepeda Motor di Tol

Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti Kamis, 21 Februari 2019 20:53 WIB
Menteri PUPR: Bukan Motor Masuk Tol, melainkan Pembangunan Jalur untuk Sepeda Motor di Tol

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono/Antara-Zabur Karuru

Harianjogja.com, JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuku Hadimuljono menegaskan wacana motor masuk tol berasal dari usulan masyarakat.

"Insiatif awal dari masyarakat wacana itu, Cisumdawu karena Bandara Kertajati banyak pegawai yang dari Bandung, sehingga masyarakat kelihatannya punya wacana kalau itu bisa difasilitasi," kata diadi Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Basuki menceritakan fasilitas khusus motor di sepanjang tol mungkin lebih realistis ketimbang mengizinkan motor masuk tol.

Menurut Peraturan Pemerintah No.44/2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No.15/2005 tentang Jalan Tol menyatakan  jalan tol dapat dilengkapi dengan jalur jalan tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Basuki mengatakan Cisumdawu cocok dibangun fasilitas tambahan untuk kendaraan roda dua karena lahannya. "Kalau dalam tol Jakarta sudah susah, tetapi Cisumdawu masih ada lahannya jaraknya paling 30 km masih oke," ujarnya.

Sampai saat ini, Kementerian PUPR dengan Badan Pengatur Jalan Tol masih mendidkusikan wacana ini,

Jalan Tol Cisundawu mulai dibangun pada 2011, ditandai dengan peletakan batu pertama atau gorundbreaking oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanta. Jalan Tol Cisundawu terbentang 61 kilometer dan terbagi enam seksi. Tol Cisundawu merupakan jalan tol pertama yang menggunakan terowongan sepanjang 472 meter.

Pemerintah memberikan dukungan konstruksi dalam proyek tol Cisundawu dengan menggarap dua seksi sepanjang 27,62 kilometer. Sementara itu, empat seksi digarap oleh badan usaha jalan tol PT Citra Karya Jabar Tol. Total investasi untuk pembangunan jalan tol ini mencapai Rp8,4 triliun

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), per 8 Februari 2019 lalu progres fisik di seksi 1 dan seksi 2 mencapai 55% sedangkan progres seksi 3 hingga seksi 6 sebesar 6,22%. Seksi 2 (17,1 kilometer) dan seksi 3 (4,1 kilometer) dijadwalkan beroperasi pada September 2019.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online