Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi Tata Kelola MBG
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Capres-cawapres Nomor Urut 02 Prabowo (kiri)-Sandiaga Uno bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme./ANTARA-Sigid Kurniawan.
Harianjogja.com, JAKARTA--Kendati pemilihan umum belum berlangsung, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto diklaim telah mengantongi referensi nama-nama yang akan ditarik ke jajaran menteri apabila dirinya terpilih menjadi presiden. Kendati demikian, Prabowo masih merahasiakannya.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo mengungkapkan, kalau dirinya tidak mengetahui terkait referensi nama-nama di saku Prabowo. Akan tetapi, Edhy memastikan apabila Prabowo sudah mengantongi nama-nama pilihannya.
“Memang benar Pak Prabowo sudah punya [referensi nama]. Pasti sudah punya saya tidak tahu. Beliau tidak sebutkan nama-namanya,” kata Edhy di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Rabu (13/2/2019).
Keyakinan Edhy tersebut tidak terlepas dari pengalamannya. Selama 26 tahun bersama Prabowo, dirinya sangat paham sebagai sosok yang berkecimpung di dunia militer, tentu Prabowo terbiasa dengan mempersiapkan segala rencananya.
“26 tahun saya ikut beliau. Setiap langkah beliau itu sudah punya rencana-rencana dan punya antisipasi-antisipasi dan saya pikir beliau bukan baru di kontes ini,” ujarnya.
“Beliau lama di prajurit, sebagai prajurit TNI juga harus ada rencana cadangan dan sebagainya,” tambahnya.
Edhy kemudian meyakini apabila Prabowo terpilih kemudian memiliki sebuah kabinet, mantan Danjen Kopassus tersebut tidak akan terpatok kepada tokoh-tokoh oposan. Meskipun tokoh tersebut berada di pihak seberang, bisa saja Prabowo kemudian mengajaknya masuk ke dalam kabinet karena prestasinya yang bagus.
“Negeri ini terlalu besar kalau kita harus urus sendiri. Nggak bisa kalau kita mau negara [menjadi] besar kita harus konsolidasi secara nasional siapapun dia, bagaimanapun latar belakang selama dia memikirkan terbaik untuk negeri,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan