Tiga Kali Terjerat Korupsi, Ini Jejak Kasus yang Menjerat Fahd Arafiq
KPK menyebut status residivis Fahd Arafiq dapat menjadi pertimbangan pemberatan hukuman setelah tiga kali terjerat perkara korupsi.
Ilustrasi anak-anak. Nur Uswatun Khasanah
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mensosialisasikan pentingnya gizi seimbang dan produksi pangan berkelanjutan dalam upaya penanggulangan stunting kepada masyarakat Sleman di lapangan Denggung, Minggu (27/1/2018). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-59 tahun 2019.
Sosialisasi tersebut dikemas melalui pagelaran drama tematik yang mengusung tema “Gerakan Ayo Menimbang Cegah dan Atasi Stunting Gambang Stunting" serta dengan mengkampanyekan makan buah dan sayur.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, mengatakan sosialisasi yang dikemas dengan menarik ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia.
“Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 diketahui bahwa prevalensi balita stunting dan kurus masih tinggi di Indonesia yaitu balita stunting sebanyak 30,8 persen dan balita kurus 6,7 persen. Sedangkan di Kabupaten Sleman 2018 menunjukkan prevalensi balita stunting 11,00 persen, balita gizi kurang 7,32 persen dan balita kurus 3,97 persen dimana secara statistik, angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017,” kata Joko melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja, Minggu (27/1).
Joko juga mengatakan dalam rangka mengatasi permasalahan gizi tersebut, salah satu prioritas pembangunan kesehatan Indonesia dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 adalah perbaikan gizi khususnya stunting.
Stunting ini terjadi karena kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kemiskinan dan pola asuh tidak tepat yang mengakibatkan kegagalan pertumbuhan, kemampuan kognitif tidak berkembang maksimal, mudah sakit, dan daya saing rendah.
Joko juga mengatakan jawatannya juga mengkampanyekan makan buah dan sayur, konsultasi gizi, serta pemerikasaan kesehatan (tensi, IMT, gula darah) sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit menular.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang berkesempatan hadir serta turut andil dalam drama tematik tersebut menilai bahwa penyelenggaraan kegiatan sosialisasi dan edukasi penanggulangan stunting dan pencegahannya ini sangatlah penting.
“Ini [sosialisasi dan edukasi] penting sekali, mesikpun stunting di Kabupaten Sleman sudah sangat rendah dibandingkan dengan angka nasional, tetapi mempertahankan kalau perlu zero stunting di Kabupaten Sleman,” tutur Sri Muslimatun usai mengikuti drama tematik.
Sri Muslimatun mengatakan bahwa untuk pencegahan stunting bisa dilakukan dengan cara menimbang setiap bulan dan yang paling penting yaitu pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) yang dimulai sejak janin dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun.
“Stunting ini bisa dicegah melalui periksa minimal 4 kali di Puskemas atau pelayanan kesehatan dan menimbang setiap bulan di Posyandu dengan membawa buku KIA karena nantinya akan ditulis timbangannya. Setiap bulan harus naik timbangannya. Kalau tidak naik, maka akan dilakukan konseling gizi supaya bayi yang dilahirkan tidak stuntin,” tutup Sri Muslimatun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
KPK menyebut status residivis Fahd Arafiq dapat menjadi pertimbangan pemberatan hukuman setelah tiga kali terjerat perkara korupsi.
Bos Xiaomi Indonesia Michael Feng memastikan mobil listrik Xiaomi akan dibawa ke Indonesia, tetapi waktunya masih harus menunggu.
Pemimpin perusahaan AI menyerukan perlambatan pengembangan model frontier demi keamanan. AS menghadapi dilema antara mitigasi risiko dan persaingan dengan China
PT Prodia Widyahusada Tbk (kode saham: PRDA) kembali memperkuat komitmennya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini thalassemia
Bahlil Lahadalia enggan menjawab soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid dalam kasus suap HGB. Ia memilih memberi gestur finger heart.
Empat film baru tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026. Ada Akal Imitasi, Istimewa, Taboo: The Silent Day, dan Urang Bunian.