Menpar Bawa Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 ke Solo dan Jogja, Ini Alasannya
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Ilustrasi ikan Arapaima Gigas. (Antara-Rony Muharrman)
Harianjogja.com, SINGKAWANG--Warga Singkawang, Kalimantan Barat dibuat geger dengan penemuan ikan berkepala mirip buaya.
Kepala UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Singkawang, Rustam Effendy di Singkawang mengatakan, penemuan seekor ikan berkepala mirip buaya itu ketika dia bersama anak buahnya sedang membersihkan saluran air.
"Sewaktu pembersihan parit sedang berjalan, anak buah saya melihat ada seekor ikan sedang berenang," kata Rustam.
Tetapi, sewaktu ikan tersebut akan ditangkap, ikan tersebut sempat lari. "Anggota ke kanan, dia [ikan] ke kiri. Begitu seterusnya," ujarnya.
Namun, upaya yang dilakukan tak sia-sia, akhirnya anak buahnya berhasil menangkap seekor ikan berkepala aneh tersebut. "Anehnya, sewaktu ditetak pakai parang, badan ikan tersebut tidak apa-apa, bahkan sisiknya pun tidak tergores sama sekali, keras kulitnya," ungkapnya.
Sekarang ini, ikan berkepala aneh itu sedang dibawa oleh anak buahnya. "Tidak tahulah mau diapakan. Sewaktu dibawa pakai mobil pun, ikannya masih menggelepar," katanya.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang, Dani Arief Wahyudi menduga, jika ikan yang ditemukan merupakan ikan sejenis predator yang berasal dari perairan daerah tropis Amerika Selatan. "Ikan ini dinamakan ikan Arapaima Gigas," katanya.
Jika dibiarkan, cukup berbahaya karena bisa mendominasi spesies lokal. Arapaima Gigas yang merupakan ikan air tawar terbesar di dunia dari perairan daerah tropis Amerika Selatan itu dinilai berbahaya bila dibudidayakan di Indonesia.
Habitat asli spesies ikan Arapaima ini berasal dari Sungai Amazon yang mempunyai iklim tropis. "Sehingga penyebarannya ada pada daerah iklim tropis, di antaranya Indonesia, Australia bagian utara, Papua Nugini, dan tentu Amerika Selatan," ucap Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan KKP, Rina.
Dengan demikian, peluang penyebaran di Indonesia cukup tinggi. Sebab, pada prinsipnya penyebaran secara alami bisa terjadi pada daerah yang beriklim sama dengan habitat aslinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com, antara
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Joan Mir meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Gresini pada MotoGP 2027. Ia mengaku sempat berharap Honda kembali kompetitif.
Jadwal final bulu tangkis Asian Games 2026 menampilkan Amri/Nita dan Leo/Daniel. Simak jam, lawan, venue, dan siaran langsung.
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Ferran Soriano menegaskan proses hukum masih panjang dan klub akan melawan.
Discord mulai menerapkan verifikasi usia global. Lebih dari 90% pengguna tak perlu unggah ID, tetapi sejumlah fitur akan dibatasi.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.