Dituduh Rusak Bendera Demokrat, Begini Jawaban PDIP

Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan Sabtu, 15 Desember 2018 19:50 WIB
Dituduh Rusak Bendera Demokrat, Begini Jawaban PDIP

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto/JIBI/BISNIS/Muhammad Ridwan

Harianjogja.com, JAKARTA - Bendera dan spanduk Partai demokrat dirusak orang tak dikenal, pada Sabtu (15/12). Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membantah tudingan perusakan bendera Partai Demokrat di Pekanbaru Riau, dilakukan oleh kadernya.

Dia mengatakan bahwa Partai Demokrat dengan PDIP  tidak memiliki korelasi atau irisan antara satu dengan yang lain. Hasto menjelaskan bahwa irisan PDIP hanya berhubungan dengan Partai Gerindra, dengan demikian tudingan perusakan tersebut sama sekali tidak tepat.

“Jadi tidak ada relasinya, yang menuduh kita dengan tindakan tercela tersebut," kata Hasto dalam siaran persnya, Sabtu (15/12/2018).

Dia berbalik menyinggung Partai Demokrat yang mengalami penurunan elektabilitas. Menurutnya tudingan yang diberikan Partai Demokrat hanya untuk mencari-cari kesalahan.

“Namanya partai [elektabilitas] turun, jangan salahkan pihak lain. Namanya elektabilitas partai turun, kembali refleksi ke dalam. Apakah ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan partainya? Ketika ada partai yang berkomitmen memberantas korupsi, lalu mengatakan tidak pada korupsi, tapi kemudian korupsi juga," ujar Hasto.

Untuk diketahui, Wakil Sekretaris Partai Demokrat Andi Arief dalam Twitternya menuding PDIP sebagai pihak yang melakukan tindakan perusakan.

“Keterangan pelaku perusakan yang ditangkap DPC Demokrat malam tadi menyebut dia disuruh pengurus PDIP.  Info awal itu terlalu gegabah jika dipercaya begitu saja. Selama ini hubungan kami baik. Tugas polisi menyimpulkannya. Tidak ada alasan, pelakunya ada. Beda dg kasus lain,” tulisnya dalam Twitter.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online