DVI Polda Jatim Terima 76 Data Ante Mortem Korban Virgo Transport 8
DVI Polda Jatim menerima 76 data ante mortem dan mengumpulkan 42 sampel DNA keluarga korban KM Virgo Transport 8.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, PAMEKASAN-Hujan deras disertai angin kencang merusak rumah warga di Pamekasan, Jawa Timur, akibat tertimpa pohon tumbang dan jaringan listrik terputus.
"Lokasi kejadian di dua desa, yakni Desa Toronan dan Desa Plakpak," kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Budi Cahyono, Minggu (9/12/2018).
Di Desa Toronan, satu unit rumah warga rusak dan genting rumahnya hancur akibat tertimpa pohon tumbang.
"Kejadiannya tadi, sekitar pukul 12.30 WIB," ujar Budi.
Selain merusak rumah warga, hujan deras disertai angin kencang itu juga menyebabkan jaringan listrik di desa itu terputus.
"Saat ini petugas BPBD dan PLN Pamekasan telah bergerak menuju lokasi kejadian guna melakukan evakuasi," katanya.
Selain di Desa Toronan, hujan deras disertai angin kencang juga terjadi di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, sekitar 10 kilometer ke arah utara Kota Pamekasan.
"Terkait di Desa Plakpak ini, kami masih menunggu laporan lebih lanjut dari petugas lapangan. Tapi yang terpenting tidak ada korban jiwa dalam musibah ini," kata Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DVI Polda Jatim menerima 76 data ante mortem dan mengumpulkan 42 sampel DNA keluarga korban KM Virgo Transport 8.
Etomidate merupakan obat anestesi yang disalahgunakan dalam vape. Kenali fungsi medis, status hukumnya di Indonesia, dan risiko kesehatannya.
DPRD DIY menyepakati Raperda Perlindungan Konsumen. Transaksi digital, penguatan lembaga, dan mekanisme pengaduan menjadi perhatian.
Asian Games ke-20 resmi dibuka di Nagoya, Jepang. Ohmura Hideaki menyerukan persahabatan, solidaritas, dan perdamaian melalui olahraga.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 Moto3 Austria 2026 setelah hanya mencatat satu waktu lap di Q1. Masalah teknis disebut menghambatnya.
Makalah di jurnal Science pada 1960 memproyeksikan populasi mendekati tak terhingga pada 13 November 2026. Simak konteks dan penjelasan prediksinya.