Polri Andalkan Data Satelit untuk Deteksi Karhutla, Ribuan Personel Dikerahkan
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
PDIP luncurkan tagline dan atribut milenial./Suara.com-Dwi Bowo Raharjo
Harianjogja.com, JAKARTA - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diminta untuk melakukan kampanye-kampanye positif. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan kadernya akan pesan dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri agar berkampanye positif dan tak lupa membangun kultur yang baik.
"Ibu Megawati, Pak Jokowi berpesan meski kita hadapi fitnah, ujaran kebencian calon pemimpin yang seolah menghalalkan cara, menakuti rakyat, kita tak boleh berubah, kita harus membangun kultur positif," ujar Hasto saat memberi sambutan pada workshop Fraksi PDIP DPRD tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota di Hotel Grand Paragon, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Jumat (23/11/2018).
Hasto mengatakan kepemimpinan Presiden Joko Widodo selalu berpikir positif dan juga segala tindakannya. Hasto bahkan membandingkan Jokowi-Ma\'ruf Amin dengan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Kita lihat di bawah kepemimpinan bapak Joko Widodo beliau sosok yang berpikir positif, dari cara berpikir positif lahirlah tindakan yang positif. Jadi kalau ngomong itu dengan data, dengan rasa, dengan cinta, itulah Pak Jokowi. Berbeda dengan yang di sana," kata Hasto.
Di depan para kadernya, Hasto mengungkit saat Sandiaga melangkahi makam pendiri organisasi Nadhlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri di Jombang, Jawa Timur. Menurut Hasto, niat baik untuk menghormati keluarga ulama dengan mengunjungi makam justru bertolakbelakang karena tak paham budaya.
"Mau menunjukkan seolah punya kepedulian terhadap keluarga besar Nahdliyin, melakukan tradisi bangsa Indonesia yang baik, dengan datang ke makam pendiri NU, Kiai Bisri tapi karena tak berkebudayaan Indonesia, tak memahami kebudayaan Indonesia bukannya datang ke makam untuk menghormati dan mendoakan tokoh bangsa, tapi justru melangkahi makam tersebut," ucapnya.
Kata Hasto, apa yang dilakukan Sandiaga menunjukkan tak mengertinya sopan-santun dan tata krama budaya Indonesia.
"Ini cermin pemimpin yang tak memahami kebudayaan kita, pemimpin yang terlalu lama dibesarkan di barat, sehingga tak tahu unggah-ungguh [sopan santun/tata krama], tidak tahu bagaimana menjadi pemimpin, seharusnya bangga dengan martabat dan kebudayaan kita," pungkas Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Lima motor cruiser di bawah Rp100 juta di Indonesia, mulai Benelli, QJMotor, CFMOTO, Morbidelli hingga Benda.
Persib memindahkan tiga laga kandang Oktober 2026 ke Si Jalak Harupat karena perawatan GBLA. Persib menargetkan kembali pada November.
Dinkes Kabupaten Magelang membekali 35 petugas Promkes dari puskesmas dan rumah sakit dengan kemampuan memanfaatkan AI dan menulis artikel.
Media Belanda menyoroti drama Timnas Indonesia vs Bangladesh 9-2 yang ditentukan tiga gol pada menit-menit akhir FIFA ASEAN Cup 2026.