KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Dua rumah makan khas Manado di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat dirusak massa tak dikenal, Selasa (16/10/2018) dini hari. - Suara.com - Muhamad Yasir
Harianjogja.com, JAKARTA- Motif yang menjadi memicu perusakan dua rumah makan khas Manado di Jakarta oleh massa berpeci hingga kini belum jelas.
Dua rumah makan khas Manado di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menjadi sasaran perusakan yang dilakukan puluhan orang misterius berpeci, pada Selasa (16/10/2018) dini hari.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, aksi perusakan terhadap rumah makan itu diduga merupakan buntut penolakan kedatangan Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith alias Habib Bahar bin Smith dari sejumlah organisasi masyarakat adat di Manado, Sulawesi, Utara, Senin (15/10/2018).
Terkait hal ini, Kapolsek Cempaka Putih Komisaris Rosiana menyampaikan, polisi belum menemukan adanya kaitan antara perusakan rumah makan itu dengan aksi penolakan terhadap kedatangan tokoh FPI tersebut.
"Saya belum bisa menyampaikan itu ada kaitannya atau tidak. Pelakunya saja belum ketahuan. Kalau saya pribadi kayaknya tidak lah, tapi kalau proses hukum ini harus sesuai fakta," kata Rosiana, Rabu (17/10/2018).
Selain itu, Rosiana juga menyangkal pelaku perusakan itu berasal dari ormas tertentu. Dia hanya memyampaikan, perusakan terhadap rumah makan itu dilakukan puluhan orang yang mengendarai sepeda motor.
"Bukan ormas kok, siapa yang bilang ormas? Kami tak bisa menduga-duga ya. Kami harus sesuai fakta," kata dia.
Untuk diketahui, dua Rumah Makan khas Manado yakni RM Andy Watung dan RM Bunaken dirusak oleh puluhan orang yang menunggangi sepeda motor, Selasa (16/10/2018) dini hari. Massa juga merusak dua unit mobil di dekat rumah makan tersebut.
Yetty Sofia Watung (50), salah satu pemilik rumah makan Manado Andy Watung menyampaikan, aksi perusakan itu terjadi setelah dirinya menutup warung.
Saat hendak beristirahat, tiba-tiba Yetty mendengar teriakan massa yang hendak membakar tempat usahanya. Bahkan Yetty mengaku sempat mendengar ada ancaman dari massa untuk membunuh dirinya.
"Selesai berdoa mau pulas tidur, tahu-tahu di luar sudah teriak-teriak bakar saja, bakar, kalau perlu bunuh saja," kata Sofia saat ditemui Suara.com, kemarin.
Dia juga menyampaikan, sebagian massa yang merusak warungnya itu mengenakan kopiah atau berpeci dan didominasi anak muda. Kejadian perusakan rumah makan itu berlangsung sekitar 10 menit.
"Mereka rata-rata berpeci terus kebanyakan mereka anak muda mengendarai sepeda motor. Jalan penuh oleh kendaraan mereka," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.