Terungkap! Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah di Sukoharjo
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Tren elektabilitas Jokowi vs Prabowo berdasarkan 6 hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC)./Bisnis-Sutarno
Harianjogja.com, JAKARTA - Partai Gerindra memberikan komentar terkait tudingan bahwa Prabowo Subianto tak serius maju sebagai calon presiden.
Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengkritik strategi kampanye Prabowo yang ia nilai terkesan tidak serius.
"Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden," tulis Andi di akun Twitternya (@AndiArief_) pada Jumat (12/10/2018).
Menurut Andi, jika Prabowo ingin memenangkan pemilihan umum, ia harus keluar dari sarang Kertanegara. Waktu 6 bulan dalam politik, lanjut Andi, adalah waktu yang singkat untuk mendulang suara.
"Pak Prabowo harus keluar dari sarang kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yg sulit ini. Sekian kritik saya," tambah Andi.
Kritik ini mendapat respon dari Partai Gerindra, pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga. Lewat akun Twitter resmi partai, Gerindra mengucapkan terima kasih atas kritik yang dilayangkan Andi.
"Terimakasih Mas atas saran dan masukannya. Otokritik sangat baik dalam koalisi #AdilMakmur untuk perjuangan memenangkan Pak @prabowo dan Bang @sandiuno," tulis akun @Gerindra pada Jumat (12/10/2018).
Sejak masa kampanye resmi dimulai 23 September lalu, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno memang kerap bergerilya ke berbagai lokasi. Sandiaga tercatat telah melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Lampung.
Aksi dominan Sandiaga dinilai sebagai upaya untuk meningkatkan elektabilitas pasangan nomor urut 02. Survei terbaru SMRC September lalu menunjukkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga sebesar 29,8%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa