Terungkap! Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah di Sukoharjo
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Ratna Sarumpaet./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA- Ratna Sarumpaet membeberkan kronologi pengeroyokan yang dialaminya hingga wajahnya babak belur.
Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga, Nanik S Deyang bercerita Ratna Sarumpaet ditemui Calon Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (2/10/2018). Ratna beberkan kronologi terkait penganiyayaan yang dialaminya hingga mengalami babak belur.
Pada pertemuan yang dirahasiakan itu, Ratna Sarumpaet menemui Prabowo dengan didampingi Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.
Ratna Sarumpaet menceritakan kejadian itu terjadi saat dirinya baru menghadiri acara konferensi dengan beberapa negara di sebuah hotel di Bandung. Ratna menaiki sebuah taksi bersama temannya asal Sri Langka dan Malaysia menuju bandara Husein Sastranegara Bandung.
Ratna Sarumpaet sempat curiga saat taksi tersebut kemudian diberhentikan jauh dari keramaian. Seusai kedua temannya turun, Ratna ditarik oleh sejumlah orang tak dikenal ke tempat gelap. Di situ Ratna Sarumpaet langsung dipukuli.
"Saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju Bandara, Mbak Ratna Sarumpaet ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya," kata Nanik dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/10/2018).
Usai dipukuli, Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal hingga menyebabkan kepala Ratna Sarumpaet robek. Setelah itu, Ratna dibantu oleh supir taksi yang menemuinya dan membawa Ratna Sarumpaet ke daerah Cimahi.
"Mbak Ratna Sarumpaet masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. Oleh sopir taksi mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi," ujarnya.
Sesampainya di Cimahi, Ratna Sarumpaet sempat mencari akses menuju rumah sakit di Cimahi sembari menghubungi kawannya yang merupakan dokter bedah. Tak lama kemudian Ratna langsung kembali ke Jakarta dan memilih berdiam diri sebelum akhirnya Ratna berani menceritakan kejadian itu ke orang lain, salah satunya Fadli Zon.
"Mbak Ratna Sarumpaet malam itu juga langsung balik ke Jakarta, dan dalam situasi trauma habis dia harus berdiam diri selama 10 hari. Barulah hari Minggu lalu dia memanggil Fadli Zon ke rumahnya, dan baru semalam Fadlizon melaporkan ke Pak Prabowo, dan hari ini di suatu tempat menemui Pak Prabowo," pungkas Nanik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa