Tsunami Palu: Warga Mamuju Mengungsi

Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening Jum'at, 28 September 2018 21:45 WIB
Tsunami Palu: Warga Mamuju Mengungsi

Dampak gempa di Donggala./Antara

Harianjogja.com, JOGJA - Sebagian warga Kabupaten Mamuju mengungsi di tempat yang lebih tinggi maupun di rumah-rumah keluarga mereka, pascagempa yang melanda wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018) petang.

"Kami mengungsi dan mencari tempat yang lebih tinggi di kawasan puncak, karena khawatir terjadi gempa susulan dan terjadi tsunami. Kami hanya khawatir dan berjaga-jaga," kata seorang warga Mamuju, ditemui di kawasan puncak di Kabupaten Mamuju, sebagaimana dilansir Antara, Jumat malam.

Selain di kawasan puncak, sebagian warga juga terlihat sempat mengungsi di masjid kawasan Kantor Gubernur Sulbar.

Sementara itu, dari pantauan pada Jumat malam, di sejumlah jalan di Kabupaten Mamuju dipadati oleh warga yang panik dan hendak mengungsi di kawasan yang lebih tinggi.

Jalur yang menuju keluar Kabupaten Mamuju menuju Kabupaten Majene juga macet akibat dipadati kendaraan warga yang ingin mengungsi.

Kasat Lantas Polres Mamuju Ajun Komisaris Polisi Edi Sartono yang ditemui di lokasi jembatan arteri yang ambles meminta masyarakat tetap tenang.

Ia juga memerintahkan personelnya yang bersiaga di jalur keluar Kabupaten Mamuju yang macet agar meminta masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing.

"Kami mengimbau warga agar tidak panik dan tetap tenang sebab jika jalanan macet akan rentan terjadi kecelakaan," kata Edi Sartono. Sementara itu, kawasan arteri di sepanjang Pantai Kabupaten Mamuju pada Jumat malam juga terlihat dipadati warga yang ingin melihat kondisi air laut.

Sebelumnya, gelombang tsunami menerjang Pantai Talise yang terletak dua kilometer sebelah utara Kota Palu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online