JK Kritik Demokrasi Liberal, Jabatan Publik Tak Cukup Bermodal Popularitas
Jusuf Kalla mengkritik demokrasi liberal Indonesia saat kuliah di NIU, menyoroti popularitas, politik uang, dan kapasitas pemimpin publik.
Sandiaga Uno (tengah) bersama Yenny Wahid (kiri) saat berkunjung ke rumah Sinta Nursiah, istri Gus Dur (kanan). /Okezone-Muhamad Rizky
Harianjogja.com, JAKARTA- Perebutan dukungan dari keluarga Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid masih terjadi. Koalisi partai politik pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan merayu Zannubah Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid untuk gabung dalam Tim Pemenangan.
Menanggapi hal itu, juru bicara Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Ace Hasan Syadzily mengklaim bahwa Yenny Wahid dan kelompok GusDurian lebih memiliki kedekatan ideologis dengan koalisi yang dipimpin Erick Thohir tersebut.
"Rasa-rasanya Mbak Yenny dan GusDurian lebih memiliki kedekatan ideologis dengan kami," kata Ace di Jakarta, Rabu (12/9/2018).
Dia mengatakan kedekatan ideologis itu terlihat dari sikap KIKyang selalu menghindari menggunakan isu Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan (SARA), melawan kelompok intoleran dan lain-lain. Komitmen itu menurut dia yang selalu dipertunjukkan Joko Widodo.
Dia menilai Yenny Wahid memiliki pertimbangan obyektif untuk menentukan pilihan dukungannya, yang dapat dilihat dari perspektif politik, sosial, ekonomi dan kedekatan kultural.
"Semua kembali ke Yenny sendiri apakah beliau bersedia atau tidak bergabung. Yenny dan Gus Durian akan obyektif dalam menentukan pilihan politiknya," ujarnya.
Ace meyakini Yenny dan kelompok Gus Durian sangat rasional dalam memberikan dukungan politiknya di Pilpres 2019.
Sebelumnya, Bakal calon presiden Prabowo Subianto direncanakan menemui istri mendiang Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah Wahid salah satunya membujuk agar Zannubah Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid masuk dalam tim pemenangan Prabowo-Sandiaga.
"Prabowo mau berjumpa dengan Shinta Nuriyah Wahid pada Kamis besok," kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (11/9/2018) malam.
Muzani mengatakan Prabowo memang sudah pernah menemui Yenny namun pertemuan akan dilakukan kembali di kediaman Shinta Nuriyah Wahid, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018).
Dia mengatakan, koalisi Prabowo-Sandiaga akan merayu Yenny Wahid masuk dalam tim pemenangan dan berharap Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu mau bergabung.
Menurut dia, Prabowo dan Yenny memiliki kedekatan yaitu suami Yenny merupakan Ketua DPP Partai Gerindra sehingga diyakini komunikasi keduanya berjalan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jusuf Kalla mengkritik demokrasi liberal Indonesia saat kuliah di NIU, menyoroti popularitas, politik uang, dan kapasitas pemimpin publik.
Program PLTS 100 GWp menanti Perpres yang mengatur pengadaan, lokasi proyek, dan pembagian tanggung jawab sebelum tender dilaksanakan.
Kemenkes menyiapkan 10.000 alat diagnostik NPOC untuk mempercepat deteksi TBC di puskesmas, termasuk di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Disbud Kulonprogo menyiapkan 7.500 obor untuk HUT ke-75 Kulonprogo. Api menyala sekitar dua menit dengan pengamanan petugas damkar.
Paus Leo XIV dilaporkan didiagnosis adenokarsinoma paru-paru setelah operasi di Roma. Vatikan menyebut operasinya berjalan lancar.
Otorita IKN menandatangani KPBU Rp2,629 triliun untuk membangun delapan tower hunian ASN. Konstruksi dimulai Februari 2027.