2.000 Lebih PNS Terpidana korupsi Bakal Dipecat Tahun Ini

Newswire
Newswire Rabu, 05 September 2018 23:50 WIB
2.000 Lebih PNS Terpidana korupsi Bakal Dipecat Tahun Ini

Ilustrasi PNS./JIBI

Harianjogja.com, JAKARTA - Lebih dari 2.000 PNS di Indonesia berstatus terpidana korupsi namun masih aktif di pemerintahan. Pemerintah mengambil langkah tegas melakukan pemecatan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, sudah ada target dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memecat para Pegawai Negeri Sipil (PNS). BKN menargetkan untuk menyelesaikan masalah PNS koruptor yang masih aktif, hingga akhir tahun ini.

"Target BKN kan akhir tahun selesai. Saya tadi sudah ketemu Menteri PAN-RB secara singkat akan ada rakor membahas ini, yang mana ini sudah menjadi atensi menteri PAN-RB, BKN, dan KPK‎," kata Tjahjo usai silaturahmi dengan pimpinan KPK bersama para Gubernur terpilih di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (5/9/2018).

Tjahjo sendiri mengaku kaget dan baru mengetahui ada banyak PNS koruptor yang masih aktif di sejumlah daerah. Tjahjo baru tahu informasi adanya 2.000 lebih PNS koruptor yang masih aktif kemarin saat bertemu dengan BKN dan KPK.

"Justru saya kemarin baru tahu lho itu. Iya ada 2.000 lebih [PNS koruptor yang masih aktif]," jelasnya.

Dari data BKN yang diperoleh KPK, ada 14 daerah yang mencetak banyak PNS korupsi.  Dari 14 daerah tersebut, total ada 2.357 PNS yang terlibat korupsi dan masih aktif.‎ Sedangkan PNS yang telah dipecat atau diberhentikan secara tidak hormat ada 317 dan 1.424 yang telah diblokir.

BKN sendiri mengungkapkan ada 2.674 PNS yang kasusnya sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) atau terbukti melakukan korupsi. Namun, dari 2.674 PNS yang terbukti korupsi, baru sekira 317 PNS yang dipecat. Sementara sisanya, 2.357 PNS masih aktif bekerja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online